DaerahHukumNewsSumut

Terkait Viral Video di Facebook Soal Dugaan Pengisian Ilegal BBM, Manajer SPBU Sibolga Taman Bunga Buka Suara

×

Terkait Viral Video di Facebook Soal Dugaan Pengisian Ilegal BBM, Manajer SPBU Sibolga Taman Bunga Buka Suara

Sebarkan artikel ini
Tangkapan Layar Akun Facebook Risman Lase

Sibolga, Nusantaratop.co – Sebuah video siaran langsung dari akun Facebook Risman Lase menghebohkan jagat maya, usai menyoroti dugaan pengisian bahan bakar minyak (BBM) ke dalam jeriken di SPBU Taman Bunga, Kota Sibolga, yang disebut-sebut dilakukan secara tidak resmi. Video tersebut langsung menuai ribuan penonton dan komentar, menciptakan berbagai opini liar di publik.

Menanggapi viralnya video itu, pihak SPBU melalui akun Sahabat Benny melakukan klarifikasi langsung dengan menemui manajer SPBU, Kairil, Jumat (13/6/2025). Dalam tayangan tersebut, Kairil membantah keras tuduhan praktik ilegal yang disampaikan di video milik Risman Lase.

“Video itu menyebutkan seolah-olah kami melakukan pengisian solar secara ilegal ke dalam jeriken. Saya pastikan tidak ada solar yang diisi ke jeriken karena stok kami sedang kosong sejak pukul 09.00 pagi. Yang diisi adalah Pertalite, dan itu dilakukan untuk nelayan yang memiliki rekomendasi resmi dan barcode dari Dinas Perikanan,” tegas Kairil.

Manajer SPBU Kairil Foto Video Tangkapan Layar Akun Facebook Sahabat Benny

Baca Juga :  Viral! Warga Sorot Dugaan Pelangsiran Solar di SPBU Sibolga: “Yang Dua Jerigen Ditangkap, Puluhan Jerigen Dibiarkan?”

Dalam klarifikasi tersebut, Kairil turut menunjukkan bukti surat rekomendasi resmi atas nama konsumen nelayan, lengkap dengan KTP dan QR code sebagai bagian dari standar operasional prosedur (SOP) pengisian BBM subsidi.

Lebih lanjut, Kairil menjelaskan bahwa pengisian BBM bersubsidi ke dalam jeriken hanya diperbolehkan untuk konsumen tertentu, seperti nelayan, dan harus dibuktikan dengan dokumen resmi.

“Kami hanya melayani pengisian Pertalite ke dalam jeriken bagi konsumen yang sah. Mereka wajib memiliki surat rekomendasi dari dinas terkait dan teregistrasi dengan QR Code. Solar tidak boleh diisi ke jeriken tanpa sistem resmi,” katanya.

Manajemen SPBU Merasa Dirugikan

Kairil juga menyayangkan sikap akun Facebook Risman Lase yang tidak melakukan konfirmasi terlebih dahulu sebelum menayangkan video live tersebut, yang kemudian viral tanpa penjelasan berimbang.

“Kami merasa nama baik SPBU dirugikan. Saudara Risman Lase tidak pernah melakukan konfirmasi, tidak memperkenalkan diri sebagai jurnalis, dan langsung menyiarkan video dengan narasi tuduhan,” ujarnya.

Pihak SPBU mengaku sedang mempertimbangkan langkah hukum atas penyebaran video yang dianggap sebagai bentuk pencemaran nama baik dan pemberitaan bohong.

Sebagai penutup, Kairil mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar dan agar selalu mencari klarifikasi dari sumber resmi sebelum menyimpulkan suatu kejadian.

“Kami terbuka untuk siapa saja yang ingin bertanya. Jangan sampai informasi yang belum jelas malah menyesatkan publik dan merugikan pihak yang tak bersalah,” pungkasnya. (red)

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights