Langkat, NusantaraTop.co – Warga Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara digemparkan dengan penemuan 20 mortir aktif yang terkubur di lahan perkebunan kelapa sawit. Tim Jibom Den Gegana Sat Brimob Polda Sumatera Utara pun langsung turun tangan dan berhasil melakukan evakuasi serta penjinakan bahan peledak tersebut di lokasi pada Kamis (26/6/2025).
Peristiwa ini bermula dari laporan masyarakat yang sedang mencari besi tua menggunakan metal detector di areal Divisi I Kebun Tanjung Beringin. Saat menggali sedalam 50 cm pada Selasa (24/6) sekitar pukul 18.00 WIB, warga menemukan tiga unit benda mencurigakan yang kemudian diidentifikasi sebagai mortir.
Viral di Medsos, Gegana Bergerak Cepat
Penemuan awal ini segera dilaporkan kepada Suheri, seorang centeng perkebunan, yang kemudian mengajak warga untuk melakukan penggalian ulang. Setelah ditemukan lebih banyak mortir, Suheri membuat rekaman video dan melaporkannya kepada Asisten Divisi I, Dilfi A.B, serta personel BKO TNI.
Namun, sebelum tim penjinak tiba, Suheri meninggalkan lokasi dan mengirimkan video tersebut ke grup WhatsApp internal centeng, yang kemudian diunggah ke media sosial Facebook oleh seorang pengguna bernama Nurkolis Syahputra. Video ini viral dan ditonton lebih dari 1.700 kali, membuat jagat maya heboh.
Proses Evakuasi dan Penjinakan oleh Tim Gegana
Pada Kamis pagi (26/6) pukul 09.00 WIB, tim Jibom Den Gegana Sat Brimob Polda Sumut tiba di Polsek Hinai dan langsung menuju lokasi penemuan. Hingga pukul 16.00 WIB, mereka berhasil mengumpulkan total 20 mortir aktif dari area tersebut.
Guna menjaga keselamatan, tim Gegana menggunakan pengeras suara untuk mengimbau masyarakat, personel TNI, dan Polri agar menjauh dari lokasi karena mortir-mortir tersebut akan segera dirangkai untuk dimusnahkan di tempat.
Pada pukul 17.40 WIB, AKBP Octorolas Simbolon, Kepala Den Gegana Sat Brimob Polda Sumut, tiba di lokasi bersama timnya. Ia langsung memimpin briefing dan melakukan peninjauan akhir sebelum proses pemusnahan dilakukan.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai asal-usul 20 mortir tersebut. Dugaan sementara, mortir tersebut merupakan sisa peninggalan masa konflik yang terkubur dalam waktu lama dan baru ditemukan saat aktivitas penggalian kebun.(red)
Laporan : Parsaoran Butarbutar
Editor : Pahotan M Hutagalung












