JAKARTA, NusantaraTop.co — Menjelang peluncuran resmi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto pada 19 Juli 2025, Badan Pangan Nasional (NFA) terus mematangkan strategi dengan menggandeng pelaku usaha pangan untuk memperkuat Gerai Sembako, salah satu lini utama bisnis koperasi.
Gerai Sembako ini dirancang untuk menjadi pusat distribusi pangan strategis yang murah, mudah diakses, dan berbasis digital, serta berperan langsung dalam menstabilkan harga dan menekan inflasi pangan hingga ke pelosok desa.
“Gerai Sembako ini bukan toko kelontong biasa. Pemerintah ingin koperasi ini modern, efisien, dan terhubung digital,” ujar Kepala NFA Arief Prasetyo Adi dalam rapat koordinasi bersama pelaku usaha pangan di Jakarta, Kamis (26/6/2025).
Digitalisasi Koperasi: PT Telkom Siap Bangun Sistem Inventarisasi
Sebagai bagian dari modernisasi koperasi, PT Telkom Indonesia ditunjuk untuk membangun sistem digital guna mengelola stok dan distribusi barang. Dengan sistem ini, koperasi di tiap desa akan dapat memantau keluar-masuknya barang secara real-time, serta mengoptimalkan manajemen pasokan kebutuhan pokok.
“Targetnya semua siap saat Hari Koperasi 12 Juli, dan puncaknya diluncurkan Presiden 19 Juli. Pemerintah tak bisa sendiri. Harus didukung BUMN, BUMD, swasta, bahkan pelaku UMKM,” tambah Arief.
Arief menekankan pentingnya harga yang terjangkau agar koperasi bisa benar-benar menyentuh masyarakat desa dan memutar roda ekonomi dari akar rumput, bukan dari pusat kota.
Inflasi Pangan Mulai Terkendali, Koperasi Jadi Katalis Baru
Gerai Sembako ini juga diharapkan menjadi rem inflasi pangan. Berdasarkan data NFA, tren inflasi pangan dalam tiga tahun terakhir menunjukkan puncak di atas 5 persen, bahkan mencapai 11,47% pada Juli 2022 dan 10,33% pada Maret 2024. Namun, di tahun 2025 inflasi mulai terkendali: 1,60% pada Mei 2025, menjadi titik terendah dalam 3 tahun terakhir.
“Koperasi Merah Putih di desa-desa akan menjadi kunci agar lonjakan harga pangan bisa lebih cepat diantisipasi,” tegas Arief.
80 Ribu Koperasi Aktif Diharapkan Berjalan per Oktober
Asisten Deputi Tata Niaga Perdagangan Pangan Dalam Negeri Kemenko Pangan, Santi Setiastuti, menyatakan bahwa struktur Koperasi Merah Putih berbeda dari koperasi pada umumnya karena seluruh anggotanya harus berasal dari satu desa atau kelurahan yang sama.
“Konsepnya bottom-up. Kita ingin tahu sejauh mana pergerakan ekonomi lokal didorong oleh koperasi itu sendiri,” jelas Santi.
Ia menyebutkan bahwa 80.000 koperasi desa ditargetkan sudah berdiri pada Juli, dan akan menjalankan proses bisnis penuh pada 28 Oktober 2025.
Dukungan Kuat dari Pelaku Usaha dan Asosiasi Pangan
Rapat koordinasi ini turut dihadiri oleh sejumlah pelaku usaha pangan strategis dan asosiasi nasional, yang menyatakan komitmennya mendukung Koperasi Merah Putih, antara lain:
Perum Bulog
- ID FOOD
- PT Berdikari
- PT Sinergi Gula Nusantara
- PT Food Station Tjipinang Jaya
- Perumda Dharma Jaya
- PT Charoen Pokphand Indonesia
- PT Japfa Comfeed Indonesia
Turut hadir pula organisasi seperti PERPADI, Pusbarindo, PINSAR, ADDI, dan GIMNI, yang siap mendukung keberlanjutan pasokan pangan ke koperasi di tingkat desa.
Peluncuran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih adalah bagian dari visi besar pemerintahan Prabowo untuk membangun kemandirian pangan nasional dari desa, dengan koperasi sebagai simpul utama distribusi. Kehadiran Gerai Sembako yang modern, digital, dan inklusif diyakini akan menjadi motor baru dalam transformasi ekonomi perdesaan Indonesia.(*)
Sumber : Bapanas
Editor : Pahotan M Hutagalung












