Medan, NusantaraTop.co – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Jaringan Mahasiswa Independen Sumatera Utara (JMI-SU) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kejaksaan Tinggi Sumut (Kejati Sumut), Jumat (26/9/2025). Mereka menuntut aparat penegak hukum segera mengusut dugaan kebocoran pajak daerah di Kabupaten Langkat yang diduga melibatkan puluhan hotel dan restoran.
Aksi dimulai sejak pukul 14.00 WIB dengan titik kumpul di MMTC Pancing, sebelum massa bergerak menuju Kejati Sumut. Dalam orasinya, mahasiswa menyoroti temuan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Langkat yang mengakui terdapat 36 restoran dan 76 hotel, terutama di kawasan wisata Bukit Lawang, Bahorok, dan Tangkahan, tidak pernah tercatat sebagai wajib pajak daerah.
Ironisnya, beberapa usaha disebut-sebut milik pejabat publik. Kondisi ini, menurut JMI-SU, mencerminkan lemahnya pengawasan serta menimbulkan ketidakadilan dalam tata kelola pajak daerah.
“Kondisi seperti ini jelas merugikan keuangan daerah. Kami mendesak agar Kejati Sumut segera memeriksa Kepala Bapenda Langkat dan pihak terkait yang lalai,” tegas Rizky Dhani Munthe, Ketua JMI-SU.
Setelah berorasi, massa akhirnya ditemui perwakilan Kejati Sumut. Pihak kejaksaan menyatakan akan mengkaji ulang laporan yang masuk dan berkomitmen menindaklanjutinya sesuai hukum.
Enam Tuntutan Mahasiswa
Dalam aksinya, mahasiswa menyampaikan enam tuntutan utama:
1. Memeriksa Kepala Bapenda Langkat dan pihak terkait.
2. Menutup paksa hotel/restoran yang tidak patuh pajak.
3. Mendesak Bupati Langkat mengevaluasi kinerja Kepala Bapenda.
4. Memperkuat sistem digitalisasi dan integrasi data pajak.
5. Menindak tegas pengemplang pajak tanpa tebang pilih.
6. Melakukan pendataan ulang hotel/restoran dan mempublikasikan hasilnya secara transparan.
Mahasiswa juga memberi ultimatum 3 x 24 jam kepada Kejati Sumut. Jika tidak ada tindak lanjut, mereka berjanji akan menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa lebih besar.
“Kami akan terus mengawal agar penerimaan pajak benar-benar digunakan untuk pembangunan yang adil dan kesejahteraan masyarakat Langkat,” tegas Rizky.
Aksi akhirnya bubar dengan tertib dan aman setelah menyampaikan pernyataan sikap.(red)












