NewsPendidikanTeknologi & Digital

Tiga Ilmuwan Raih Nobel Fisika 2025 Berkat Riset Kuantum yang Jadi Dasar Teknologi Digital

×

Tiga Ilmuwan Raih Nobel Fisika 2025 Berkat Riset Kuantum yang Jadi Dasar Teknologi Digital

Sebarkan artikel ini
Keterangan Foto: Ketua Komite Nobel Fisika Olle Eriksson (kiri), Sekretaris Jenderal Akademi Ilmu Pengetahuan Swedia Hans Ellegren, dan anggota komite Goran Johansson mengumumkan pemenang Nobel Fisika 2025 — John Clarke, Michel H. Devoret, dan John M. Martinis (terlihat di layar belakang) — di Aula Nobel, Institut Karolinska, Stockholm, Swedia, Selasa (7/10/2025). (Foto: Christine Olsson/TT News Agency via AP)

STOCKHOLM, NusantaraTop.co — John Clarke, Michel H. Devoret, dan John M. Martinis meraih Penghargaan Nobel Fisika 2025 atas penelitian revolusioner mereka tentang tunneling kuantum — fenomena sub-atom yang kini menjadi fondasi bagi teknologi komunikasi dan komputasi modern.

John Clarke (83) dari Universitas California, Berkeley, bersama Michel H. Devoret (72) dari Yale University dan John M. Martinis (67) dari Universitas California, Santa Barbara, dinilai berhasil membawa “keunikan dunia kuantum” ke ranah teknologi praktis yang kini menopang kehidupan sehari-hari.

“Salah satu alasan utama ponsel bisa bekerja adalah karena riset ini,” ujar Clarke saat dihubungi melalui telepon oleh Associated Press, seraya tertawa kecil menyadari ironi bahwa temuannya benar-benar digunakan dalam alat yang sedang ia pakai.

Riset yang Mengubah Dunia

Penelitian yang dimulai pada pertengahan 1980-an ini membuktikan bahwa prinsip-prinsip aneh dalam mekanika kuantum seperti partikel yang bisa berada di dua keadaan sekaligus atau menembus penghalang padat bisa diterapkan untuk menciptakan perangkat elektronik yang lebih canggih dan sensitif.

Jonathan Bagger, CEO American Physical Society, mengatakan karya ketiganya “menjadi batu loncatan penting” dalam pengembangan komputer kuantum dan sensor kuantum, dua bidang yang diyakini akan merevolusi dunia digital.

“Biasanya, dunia kuantum hanya berlaku pada skala atom yang tidak bisa kita lihat atau rasakan. Mereka menemukan cara untuk memperlihatkan keanehan itu dalam skala manusia,” ujar Bagger.

Pentingnya Bagi Dunia Teknologi

Profesor Mark Pearce dari Komite Nobel Fisika menjelaskan, aplikasi dari riset tersebut kini banyak digunakan, antara lain untuk meningkatkan sensitivitas pengukuran medan magnet dan sistem keamanan data melalui kriptografi kuantum.

Clarke menambahkan bahwa karyanya dan dua rekan sejawatnya “menjadi dasar bagi lahirnya komputer kuantum,” meski ia mengakui teknologi itu “masih terus berkembang dan posisinya dalam kehidupan sehari-hari belum sepenuhnya jelas.”

Olle Eriksson, Ketua Komite Nobel Fisika, menyebut penemuan ini sebagai “perayaan atas 100 tahun keajaiban mekanika kuantum yang terus memberi kejutan sekaligus manfaat nyata bagi teknologi digital.”

Reaksi Para Pemenang

Clarke mengaku terkejut ketika menerima kabar kemenangannya dari putrinya pada pagi hari. “Tak pernah terlintas di benak saya bahwa saya akan menerima Nobel. Ini benar-benar kejutan terbesar dalam hidup saya,” katanya.

Sementara itu, istri John Martinis, Jean, mengatakan kepada wartawan bahwa suaminya masih tertidur ketika pengumuman disiarkan. “Biasanya kami menunggu malam Nobel, tapi tahun ini kami memilih tidur lebih awal. Ternyata justru dia menang,” ujarnya sambil tertawa.

Michel Devoret belum dapat dihubungi oleh panitia Nobel saat pengumuman dilakukan.

Nobel 2025 dan Jadwal Berikutnya

Penghargaan Nobel Fisika tahun ini merupakan yang ke-119 kalinya diberikan. Tahun lalu, penghargaan serupa jatuh kepada dua pelopor kecerdasan buatan, John Hopfield dan Geoffrey Hinton.

Rangkaian Nobel 2025 berlanjut dengan penghargaan untuk kimia pada Rabu, sastra pada Kamis, perdamaian pada Jumat, dan ekonomi pada 13 Oktober.

Upacara penyerahan penghargaan akan digelar pada 10 Desember, bertepatan dengan peringatan wafatnya Alfred Nobel, penemu dinamit dan pendiri penghargaan bergengsi ini.

Setiap pemenang menerima hadiah uang sebesar 11 juta krona Swedia (sekitar Rp 1,7 miliar) serta kehormatan tertinggi di dunia sains. (*)

Editor: Pahotan M Hutagalung 
Sumber: Associated Press

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights