Medan, NusantaraTop.co – Antusiasme masyarakat Sumatera Utara (Sumut) dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) meningkat tajam sejak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut memberlakukan program pemutihan dan diskon pajak.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumut, Ardan Noor, mengungkapkan sebelum program pemutihan berjalan, pendapatan harian dari sektor PKB hanya berkisar Rp3 miliar. Namun kini, rata-rata pendapatan meningkat signifikan menjadi Rp5 miliar hingga Rp8 miliar per hari.
“Alhamdulillah, ada perubahan signifikan. Sebelum pemutihan kita hanya dapat sekitar Rp3 miliar, sekarang bisa mencapai Rp5 sampai Rp8 miliar per hari,” ujar Ardan di Kantor Bapenda Sumut, Jalan Sisingamangaraja, Medan, Senin (27/10/2025).
Ardan menjelaskan, peningkatan penerimaan tersebut tidak hanya berasal dari kebijakan pemutihan, tetapi juga didukung strategi jemput bola kepada masyarakat dan perusahaan, pelaksanaan razia secara humanis, serta kolaborasi aktif dengan pemerintah kabupaten/kota.
Ia menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah karena 66 persen dari pendapatan PKB (opsen) langsung masuk ke kas pemerintah kabupaten/kota.
“Dukungan Pemkab/Pemko sangat kita harapkan. Tanpa mereka, kinerja tentu akan menurun,” katanya, dikutip dari Info Sumut.
Baca Juga : Pemprov Sumut Beri Diskon dan Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor 2025, Bebas Denda hingga 5%
Program pemutihan yang dijalankan Pemprov Sumut mencakup:
-
Bebas Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) Kedua
-
Bebas Pajak Progresif
-
Bebas denda atau sanksi administrasi PKB
-
Bebas pokok tunggakan PKB sebelum tahun 2024
-
Bebas denda SWDKLLJ
-
Diskon pokok PKB hingga 5% bagi wajib pajak yang membayar lebih awal pada 2025
Program ini berlaku hingga Desember 2025.
Ardan pun mengajak seluruh masyarakat Sumut untuk memanfaatkan kesempatan ini dan mendukung pembangunan daerah melalui kepatuhan membayar pajak.
“Pergunakan waktu sampai bulan 12 ini. Mari kita berkolaborasi untuk mendukung pembangunan di daerah yang kita cintai,” ajak Ardan. (red)
Editor : Pahotan M Hutagalung












