Ekonomi & BisnisMancanegaraRagam

Bantuan Pangan AS Terhenti, Bank Makanan Siaga Hadapi Lonjakan Warga Kelaparan

×

Bantuan Pangan AS Terhenti, Bank Makanan Siaga Hadapi Lonjakan Warga Kelaparan

Sebarkan artikel ini
Seorang warga melakukan transaksi menggunakan kupon bantuan pangan (food stamps) di Los Angeles, Senin, 27 Oktober 2025. (Foto: AP/Damian Dovarganes)

Washington D.C., NusantaraTop.co – Krisis pangan kembali membayangi jutaan warga Amerika Serikat. Program bantuan pangan federal (SNAP) untuk masyarakat berpenghasilan rendah terancam berhenti pekan ini akibat berlarutnya penutupan pemerintahan (government shutdown). Kondisi ini membuat bank makanan (food bank) di berbagai negara bagian bersiap menghadapi lonjakan besar warga yang membutuhkan bantuan.

Di Indianapolis, dapur umum milik Central Christian Church pada Sabtu lalu harus melayani hampir dua kali lipat pengunjung dari biasanya.

“Permintaan meningkat sejak kondisi ekonomi memburuk. Jika bantuan federal terhenti, situasi ini akan makin parah,” ujar relawan Beth White.

SNAP — atau Supplemental Nutrition Assistance Program — membantu sekitar 40 juta warga Amerika, atau satu dari delapan orang, untuk membeli bahan pangan pokok setiap bulan. Namun, mulai 1 November mendatang, kartu elektronik penerima manfaat tak akan lagi diisi saldo karena pemerintah menolak menggunakan dana cadangan sekitar US$ 5 miliar untuk mempertahankan program selama masa penutupan.

Departemen Pertanian AS (USDA) menegaskan bahwa tidak akan ada penyaluran bantuan pada 1 November, seraya menyebut “sumber dana telah habis.”

Dampak Meluas ke Dapur Umum dan Keluarga Miskin

Sejak pandemi COVID-19 dan lonjakan inflasi, permintaan terhadap layanan pangan amal meningkat tajam. Tahun ini, kebijakan pemerintahan Trump yang mengakhiri beberapa program bantuan senilai lebih dari US$ 1 miliar bagi sekolah dan bank makanan membuat situasi makin sulit.

Reggie Gibbs, warga Indianapolis yang baru menerima bantuan SNAP, khawatir keluarga lain yang memiliki anak kecil akan lebih terdampak.

“Saya tinggal sendiri. Tapi bayangkan keluarga dengan anak-anak — apa yang akan mereka makan?” katanya.

Hal serupa dirasakan Martina McCallop di Washington D.C. yang mengandalkan bantuan SNAP sebesar US$ 786 per bulan untuk menafkahi dua anaknya.

“Saya harus bayar sewa dan kebutuhan anak-anak. Tanpa SNAP, saya tidak punya uang untuk makanan,” ujarnya.

Di wilayah Fairfax County, Virginia, tempat tinggal sekitar 80 ribu pekerja federal yang kini tak digaji, direktur Food for Others Deb Haynes mengatakan masih mengandalkan sumbangan publik.

“Kalau persediaan menipis, saya tahu akan ada bantuan dari para donor,” ujarnya optimistis.

Food Bank: Tak Mampu Gantikan Bantuan Pemerintah

Menurut jaringan nasional Feeding America, bank makanan hanya mampu menyediakan 1 dari setiap 9 porsi makanan yang biasa didapatkan lewat SNAP.

“Kalau SNAP dihentikan, dampaknya akan luar biasa besar,” kata CEO Feeding America Claire Babineaux-Fontenot. “Masalahnya sudah buruk — dan akan semakin buruk.”

Beberapa gudang penyimpanan bahan pangan kini dilaporkan hampir kosong.

“Selama tujuh tahun saya di sini, belum pernah melihat gudang kami sesepi ini,” kata George Matysik, Direktur Share Food Program di wilayah Philadelphia.

Negara Bagian Bergerak Cepat

Beberapa gubernur mengambil langkah darurat.

  • New York menyiapkan dana darurat US$ 30 juta untuk menjaga pasokan makanan.

  • New Mexico mempercepat penyaluran US$ 8 juta bagi bank makanan lokal.

  • Louisiana, Vermont, dan Virginia berupaya menyalurkan bantuan sendiri meski dana federal belum cair.

Namun, tidak semua negara bagian mampu melakukan hal serupa. Di Arkansas, pemerintah meminta warga berpenghasilan rendah untuk mencari bantuan ke dapur umum, organisasi amal, atau bahkan keluarga dan tetangga.

“Intinya, sumur bantuan sudah kering,” kata pernyataan resmi USDA.

📰 Editor: Redaksi NusantaraTop.co

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights