Jakarta, NusantaraTop.co – Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (23/5/2026) pagi. Mata uang Garuda tercatat berada di level Rp17.700 per dolar AS.
Pelemahan ini setara 32 poin atau sekitar 0,18 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia terhadap dolar AS terpantau bervariasi. Yuan China dan peso Filipina masih mampu menguat masing-masing sebesar 0,05 persen dan 0,09 persen.
Sebaliknya, sejumlah mata uang Asia lainnya berada di zona merah. Ringgit Malaysia turun 0,04 persen, dolar Singapura melemah 0,05 persen, yen Jepang terkoreksi 0,06 persen, won Korea Selatan terdepresiasi 0,16 persen, serta dolar Hong Kong turun tipis 0,01 persen.
Tidak hanya di Asia, mata uang utama negara maju juga kompak melemah terhadap dolar AS. Euro Eropa turun 0,05 persen, poundsterling Inggris melemah 0,04 persen, dolar Australia terkoreksi 0,06 persen, dolar Kanada turun 0,08 persen, dan franc Swiss melemah 0,03 persen.
Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan rupiah diperkirakan bergerak konsolidatif pada perdagangan hari ini.
Menurut Lukman, pelaku pasar masih menunggu rilis data neraca transaksi berjalan kuartal I Indonesia sebelum mengambil keputusan investasi lebih lanjut.
“Rupiah diperkirakan berkonsolidasi terhadap dolar AS. Investor wait and see rilis data neraca transaksi berjalan kuartal I Indonesia. Investor juga masih mengantisipasi respons Iran terhadap proposal terbaru Amerika Serikat,” ujar Lukman kepada CNN Indonesia.
Ia memperkirakan nilai tukar rupiah bergerak dalam rentang Rp17.600 hingga Rp17.750 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.(red)












