Tapanuli Utara, NusantaraTop.co — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara terus mengintensifkan penanganan darurat bencana (PDB) hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara. Mengutip situs resmi BNPB, Kamis (18/12/2025), hingga Selasa (17/12) pukul 15.00 WIB, BNPB berperan aktif dalam penguatan komando penanganan, percepatan pemulihan akses, dukungan logistik, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Penanganan dilakukan melalui sinergi lintas kementerian/lembaga, bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, dan relawan. Salah satu fokus utama saat ini adalah pembukaan dan pembersihan akses transportasi. BNPB bersama pemerintah daerah, Kementerian PUPR, serta unsur TNI–Polri mengerahkan alat berat untuk membuka ruas jalan yang tertutup longsor, termasuk jalur perbatasan Tapanuli Utara–Tapanuli Tengah.
Progres pembukaan jalan alternatif telah mencapai sekitar 80 persen dan ditargetkan rampung dalam tiga hari ke depan, sementara pengerjaan jalan utama masih terus berlanjut. Untuk wilayah yang belum dapat dijangkau kendaraan darat, BNPB mendukung distribusi logistik melalui dropping udara menggunakan helikopter.
Dalam mendukung kelancaran komunikasi dan koordinasi lapangan, BNPB menyalurkan enam unit sarana komunikasi satelit Starlink. Hingga kini, lima unit telah beroperasi di wilayah terdampak guna mengatasi blank spot, sementara satu unit digunakan untuk kebutuhan survei dan pemetaan lapangan. Upaya ini mempercepat pelaporan kondisi, distribusi bantuan, serta koordinasi antarinstansi.
BNPB bersama BPBD dan pemerintah daerah juga memperkuat layanan pengungsian dan logistik. Seluruh titik pengungsian telah dilengkapi dapur umum, fasilitas MCK, serta distribusi bantuan yang dikoordinasikan melalui Posko Komando di bawah pimpinan Bupati Tapanuli Utara selaku Komandan Posko. Bantuan logistik dari Posko Logistik Bandara Silangit telah diterima dan disalurkan secara bertahap sesuai kebutuhan lapangan.
Selain penanganan darurat, BNPB turut mendampingi pemerintah daerah dalam transisi menuju pemulihan. Peninjauan lokasi hunian sementara (huntara) di Desa Sibalanga dilakukan untuk memastikan progres pembangunan contoh huntara, sekaligus pendampingan awal perencanaan hunian tetap (huntap). Koordinasi lintas sektor terus diperkuat untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Update Penanganan Sumatera Utara
BNPB juga melaporkan perkembangan penanganan banjir dan tanah longsor di Sumatera Utara. Hingga Rabu (17/12), total korban meninggal dunia tercatat 364 jiwa, dengan penambahan empat korban ditemukan di Kabupaten Tapanuli Tengah. Sebanyak 75 orang masih dinyatakan hilang, sementara 20.982 warga bertahan di pengungsian.
Operasi SAR masih difokuskan di empat sektor krusial, meliputi wilayah Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga. Pemulihan infrastruktur terus digenjot dengan mengerahkan 144 unit alat berat untuk membuka akses jalan dan memperbaiki jembatan yang putus. Satgas TNI Yonzipur memacu pembangunan jembatan bailey dan compact di sejumlah titik vital, seperti Jembatan Desa Garoga (Tapanuli Selatan) dan Jembatan Desa Simpang Gudang (Langkat) yang progresnya telah mencapai 60 persen.
Meski distribusi logistik via udara sempat terkendala cuaca buruk, pemerintah telah menyalurkan 10.946 ton bantuan melalui jalur darat menggunakan armada truk ke posko-posko pengungsian di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Sibolga, hingga Serdang Bedagai.
Sebagai langkah jangka menengah, pembangunan Hunian Sementara (Huntara) mulai direalisasikan. Di Tapanuli Utara, pembangunan 102 unit Huntara telah dimulai sejak Sabtu (13/12). Sementara di Tapanuli Selatan, pemerintah daerah menyiapkan lahan relokasi hasil kesepakatan dengan PTPN IV untuk membangun 488 unit hunian bagi warga terdampak. BNPB juga terus mengoperasikan pesawat modifikasi cuaca (OMC) guna menekan intensitas hujan dan menjaga kelancaran evakuasi serta perbaikan infrastruktur di lapangan. (red)
Editor : Pahotan M Hutagalung












