DaerahHukumKesehatanSumut

Balita Korban Peluru Nyasar Tawuran Belawan Mulai Pulih, Dokter Pastikan Mata Masih Bisa Melihat

×

Balita Korban Peluru Nyasar Tawuran Belawan Mulai Pulih, Dokter Pastikan Mata Masih Bisa Melihat

Sebarkan artikel ini
Romanda (kanan) menemani anak keempatnya, Asmi Anggraini (4) di RS Pirngadi Medan, Selasa (6/1/2025). Asmi diduga jadi korban peluru nyasar tawuran di Medan Belawan. (Foto : TribunMedan)

Medan Belawan, NusantaraTop.co – Kondisi Asmi Anggraini (4), balita korban peluru nyasar saat tawuran di kawasan Medan Belawan, mulai menunjukkan perkembangan positif pasca menjalani operasi pengangkatan proyektil di mata kanannya.

Operasi yang berlangsung selama delapan jam itu dilakukan di RSUP H Adam Malik Medan pada Jumat (9/1/2026). Berdasarkan penjelasan tim medis, peluru senapan angin berbentuk runcing tidak mengenai kornea mata, melainkan menembus kelopak mata di bawah tulang pelipis, sehingga peluang penglihatan Asmi untuk pulih dinilai cukup baik.

Ibu korban, Romanda Siregar, mengaku lega setelah mendapat penjelasan dari dokter bahwa putrinya masih bisa melihat.

“Sudah membaik. Kata dokter, Asmi masih bisa melihat karena pelurunya tidak kena mata langsung. Mudah-mudahan benar dan bisa sembuh segera,” ujar Romanda, Senin (12/1/2026).

Romanda mengatakan, sejak kejadian penembakan pada Senin, 5 Januari 2026, dirinya setia mendampingi Asmi di rumah sakit. Bahkan, mereka sempat berpindah-pindah ke empat rumah sakit demi mendapatkan penanganan terbaik.

Saat ini, mata kanan Asmi masih dalam kondisi diperban. Meski demikian, balita tersebut sudah mulai ceria dan bisa bercanda dengan ibunya.

Baca Juga : Balita di Belawan Jadi Korban Peluru Nyasar Saat Tawuran, Dirawat Intensif di RS Pirngadi

“Kadang dia sudah bisa ketawa, bahkan suka nakut-nakutin mamaknya pakai mata yang masih diperban,” ucap Romanda dengan nada haru dan bahagia.

Sebelumnya diberitakan, Asmi Anggraini menjadi korban peluru nyasar saat sekelompok orang terlibat tawuran di Jalan Medan–Belawan, tepatnya di depan Kantor Pos Belawan.

Peristiwa itu terjadi ketika Romanda bersama Asmi menaiki becak motor untuk menjemput suaminya yang bekerja sebagai nelayan dan hendak menghadiri acara silaturahmi. Namun, perjalanan mereka terhenti akibat tawuran yang pecah di jalan.

Tak lama berselang, Asmi tiba-tiba memegang mata kanannya dan menangis kesakitan. Darah mengucur dari mata kanan balita tersebut hingga membasahi bajunya.

Dalam kondisi panik, Romanda berupaya membawa anaknya ke rumah sakit. Namun, akses jalan tertutup karena tawuran masih berlangsung. Setelah sempat ditolak penanganan di sebuah klinik dan terkendala akses menuju rumah sakit, Romanda akhirnya menggendong Asmi dan berjuang mencari pertolongan hingga ke RS Pirngadi Medan.

Di rumah sakit itulah diketahui bahwa sebuah proyektil bersarang di mata kanan Asmi. Setelah menjalani perawatan intensif selama beberapa hari, operasi akhirnya dilakukan di RSUP Adam Malik Medan.

Kini, kondisi Asmi terus dipantau tim medis. Keluarga berharap aparat kepolisian dapat mengusut tuntas kasus tawuran tersebut agar kejadian serupa tidak kembali merenggut keselamatan warga, khususnya anak-anak. (Tim)

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights