Medan, NusantaraTop.co – Pemerintah Kota (Pemko) Medan terus mematangkan persiapan sebagai tuan rumah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2026. Dalam agenda nasional tersebut, Pemko Medan mengusung tema “Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat” sebagai wujud komitmen mendorong penguatan ketangguhan kota-kota di Indonesia.
Hal ini disampaikan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, saat memimpin rapat persiapan Rakernas XVIII APEKSI 2026 dan Indonesia City Expo XXII APEKSI bersama jajaran Direktorat APEKSI di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Medan, Kamis (15/1/2026).
Rapat tersebut turut dihadiri Direktur Eksekutif APEKSI Alwis Rustam, Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman, Ketua TP PKK Kota Medan Ny Airin Rico Waas, Ketua Dharma Wanita Kota Medan Ny Ismiralda Wiriya Alrahman, serta para pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan, di antaranya Asisten Pemerintahan dan Sosial Muhammad Sofyan, Asisten Ekbang Citra Effendi Capah, Kepala Bappeda Ferry Ichsan, Kadis Pariwisata Odi Batubara, Kadis Kominfo Arrahmaan Pane, dan Kasat Pol PP Muhammad Yunus.
Wali Kota Medan menegaskan, Rakernas APEKSI harus menjadi forum strategis dan tidak sekadar seremonial. Menurutnya, tantangan kota ke depan semakin kompleks, mulai dari ancaman bencana alam hingga tekanan ekonomi global, sehingga kota harus dipersiapkan agar tetap kuat dan mampu melayani masyarakat dalam kondisi apa pun.
“Rakernas ini bukan hanya soal kemeriahan. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kota-kota di Indonesia menjadi semakin kuat dan mampu menopang bangsa,” ujar Rico Waas.
Rico Waas menyinggung pengalaman bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada akhir 2025, termasuk Kota Medan, Aceh, dan Sumatera Barat. Di Kota Medan sendiri, banjir berdampak pada 19 dari 21 kecamatan, dengan puluhan ribu kepala keluarga dan ratusan ribu jiwa terdampak secara langsung.
“Bencana membuka mata kita bahwa kota bisa lumpuh, baik dari sisi infrastruktur, ekonomi, maupun fiskal. Karena itu, kota harus disiapkan agar tetap tangguh dalam kondisi apa pun,” katanya.
Atas dasar itu, Pemko Medan mengusulkan tema “Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat” untuk Rakernas XVIII APEKSI 2026. Tema ini dimaknai sebagai ajakan kepada seluruh pemerintah kota untuk memperkuat ketangguhan secara menyeluruh, mulai dari aspek finansial dan fiskal, kemandirian ekonomi, kualitas sumber daya manusia, hingga kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana.
Rico Waas juga menekankan bahwa ketangguhan kota tidak hanya berkaitan dengan kebencanaan, tetapi juga erat dengan dinamika geopolitik dan ekonomi global yang berdampak langsung maupun tidak langsung terhadap daerah. Oleh karena itu, kerja sama antarkota dinilai menjadi strategi penting untuk saling menguatkan.
“Kalau kota-kota di Indonesia saling menguatkan dan saling memasarkan produknya, maka bangsa ini akan jauh lebih kuat. Medan tidak ingin tumbuh sendiri, tetapi tumbuh bersama kota-kota lain,” tegasnya.
Melalui Rakernas XVIII APEKSI 2026, Rico Waas berharap lahir diskusi yang berbobot serta menghasilkan solusi dan rekomendasi konkret bagi pemerintah kota se-Indonesia.
“Rekomendasi tersebut diharapkan menjadi acuan kerja ke depan sekaligus kontribusi nyata kota-kota dalam menjaga stabilitas nasional,” ucapnya.
Selain agenda rapat, Rakernas XVIII APEKSI 2026 dan Indonesia City Expo XXII juga akan menjadi ajang promosi potensi daerah, mulai dari budaya, kuliner, produk unggulan, hingga keberagaman multikultural Kota Medan, yang diharapkan meninggalkan kesan positif bagi seluruh peserta.
Sementara itu, Direktur Eksekutif APEKSI Alwis Rustam menilai penyelenggaraan Rakernas XVIII APEKSI di Kota Medan menjadi momentum penting untuk menunjukkan peran Medan sebagai kota inklusif sekaligus penggerak ketangguhan perkotaan di Indonesia, sejalan dengan slogan Medan Untuk Semua.
Menurutnya, tema yang diusung Pemko Medan dinilai substantif dan visioner karena memaknai ketangguhan secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi kebencanaan, tetapi juga ketangguhan fiskal, ekonomi, tata kelola, digital, siber, serta ketangguhan masyarakat.
Usai rapat persiapan, Tim Direktorat APEKSI juga melakukan survei ke sejumlah lokasi yang direncanakan menjadi tempat rangkaian kegiatan Rakernas XVIII APEKSI yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026.(red)
Editor : Pahotan M Hutagalung












