DaerahHukum

Ibu Tiri Bantah Aniaya NS (12), Klaim Korban Meninggal karena Kanker Darah; Keluarga Ayah Tegaskan Ada Dugaan Kekerasan

×

Ibu Tiri Bantah Aniaya NS (12), Klaim Korban Meninggal karena Kanker Darah; Keluarga Ayah Tegaskan Ada Dugaan Kekerasan

Sebarkan artikel ini
Foto Medsos : Ibu Tiri inisial TR (Kiri) dan bocah NS (12) saat Jalani perawatan di RS Jampang Kulon, Sukabumi (Kolase)

Sukabumi, NusantaraTop.co – TR, ibu tiri NS (12), membantah tudingan telah menganiaya anak suaminya hingga meninggal dunia. Ia menegaskan, korban wafat karena mengidap penyakit serius, bukan akibat kekerasan.

Kasus meninggalnya NS, seorang santri asal Bojongsari, Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, sebelumnya menyita perhatian publik. Korban disebut-sebut mengalami luka bakar dan melepuh di sejumlah bagian tubuh, bahkan muncul dugaan dipaksa meminum air panas.

Dalam rekaman suara yang beredar dan dilansir TribunnewsBogor.com dari akun Sukabumi Update di Instagram, TR menyampaikan klarifikasinya.

“(Korban) sakit saja, sakit panas. Informasinya dari saksi yang diperiksa di Polsek, anak itu didiagnosa kanker darah, leukimia, autoimun. Jadi murni sakit,” ujar TR, Minggu (22/2/2026).

Ia menambahkan, kondisi kulit melepuh yang dialami korban disebutnya sebagai akibat panas dalam yang berkaitan dengan penyakit tersebut.

Menurut TR, isu dugaan penganiayaan muncul sebelum ada diagnosis medis yang jelas. Ia juga menyebut ayah korban, Anwar Satibi, bersama rekannya yang pertama kali menyebarkan informasi tersebut.

TR mengklaim, saat korban dalam kondisi kritis di rumah sakit, terjadi kesalahpahaman ketika anak itu menyebut kata “mama”.

“Menurut saya itu manggil saja, biar saya yang jelaskan. Namanya anak sudah sekarat, mungkin selang-seling,” ucapnya.

Ia mengaku pasrah atas tudingan yang dialamatkan kepadanya, namun berharap persoalan tersebut tidak terus diperpanjang.

“Anak saya sudah tidak ada. Apa dengan diautopsi, diviralkan, anak bisa hidup lagi?” katanya dengan nada emosional.

TR juga menyinggung soal biaya pemakaman yang menurutnya ia tanggung sendiri, sembari menyayangkan reaksi warganet di media sosial.

Baca Juga : Detik-Detik Terakhir NS (12), Tunjuk Ibu Tiri Sebelum Meninggal Dunia di RS Jampang Kulon

Bantahan Pihak Ayah

Di sisi lain, keluarga dari pihak ayah membantah pernyataan TR. Paman korban, Isep Mahesa, mengungkapkan bahwa sebelum kejadian, kondisi NS dalam keadaan sehat dan bahkan sempat pulang dari pesantren untuk berlibur jelang Ramadan.

Menurut Isep, Anwar menerima telepon dari istrinya yang mengabarkan anaknya sakit panas. Namun ketika tiba di rumah, kondisi korban sudah parah dengan luka melepuh di tubuh.

“Kata ibunya sakit panas dan sudah dibawa ke rumah sakit. Tapi dokter bilang ada indikasi penganiayaan,” ujar Isep.

Ia mengaku sempat menanyakan langsung kepada korban di ruang perawatan. Saat itu, kata Isep, NS menunjuk ibu tirinya dan menyebut dipaksa meminum air panas.

“Almarhum disuruh minum air panas katanya sama mamanya. Luka bakarnya banyak, di tangan, paha, punggung, kaki, sampai wajah dan hidung,” tuturnya.

Hingga kini, pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan uji laboratorium organ dalam untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.

Kasus ini masih dalam proses penyelidikan aparat penegak hukum guna mengungkap fakta sebenarnya di balik meninggalnya NS. (red)

 

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights