DaerahNasional

UPDATE: 8 Jenazah Korban Helikopter Airbus H130 Dievakuasi, Tiba di RS Bhayangkara Pontianak

×

UPDATE: 8 Jenazah Korban Helikopter Airbus H130 Dievakuasi, Tiba di RS Bhayangkara Pontianak

Sebarkan artikel ini
Petugas lakukan evakusi korban atas kecelakaan helikopter Airbus H-130 dengan nomor registrasi PK-CFX yang jatuh di wilayah Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, pada Jumat 17 April 2026. (ist)

SEKADAU, NusantaraTop.co – Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi seluruh korban kecelakaan helikopter tipe Airbus H130 dengan nomor registrasi PK-CFX yang jatuh di wilayah Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat.

Sebanyak delapan jenazah korban telah tiba di RS Bhayangkara Anton Soedjarwo pada Jumat (17/4/2026) untuk menjalani proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Barat.

Proses evakuasi berlangsung penuh tantangan. Meski awalnya dijadwalkan pada pagi hari, evakuasi dimajukan menjadi pukul 00.05 WIB dini hari karena faktor cuaca ekstrem dan kondisi geografis yang berat. Tim SAR gabungan harus berjalan kaki selama sekitar 2,5 jam melewati jalur licin dan curam untuk membawa jenazah dari titik jatuh menuju Posko Hulu Peniti.

Setelah itu, jenazah diterbangkan menggunakan helikopter Super Puma dari Lanud Supadio menuju Pontianak untuk penanganan lebih lanjut.

Dalam konferensi pers yang digelar di RS Bhayangkara, Kapolda Kalimantan Barat, Pipit Rismanto, menyampaikan duka cita mendalam kepada seluruh keluarga korban.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam. Sejak laporan hilang kontak diterima, kami langsung mengerahkan personel Ditsamapta, Satbrimob, hingga bantuan BKO helikopter AW 169 dari Polda Kalteng. Operasi evakuasi dilakukan dengan penuh perjuangan karena medan yang sangat terjal dan hanya bisa diakses dengan berjalan kaki,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini fokus utama adalah proses identifikasi korban oleh tim DVI agar jenazah dapat segera diserahkan kepada pihak keluarga secara tepat dan akurat.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengapresiasi kerja keras seluruh tim gabungan yang terlibat dalam proses evakuasi.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengapresiasi kerja keras seluruh tim gabungan, mulai dari Polri, TNI, Basarnas, hingga BPBD yang bekerja tanpa henti di lapangan. Lokasi kejadian di Nanga Taman memiliki tantangan geografis yang luar biasa,” ungkapnya.

Mesin helikopter Airbus H 130 dengan nomor registrasi PK CFX yang jatuh di wilayah Kecamatan Nanga Taman Kabupaten Sekadau Kalimantan Barat pada Jumat 17 April 2026 Foto X NaraSenyap
Puing helikopter Airbus H 130 dengan nomor registrasi PK CFX yang jatuh di wilayah Kecamatan Nanga Taman Kabupaten Sekadau Kalimantan Barat pada Jumat 17 April 2026 Foto X NaraSenyap

Ia juga memastikan pemerintah akan terus mengawal proses hingga seluruh hak korban terpenuhi dan proses pemakaman dilakukan dengan layak.

Di sisi lain, Kabid Humas Polda Kalbar, Bambang Suharyono, menjelaskan bahwa tim DVI telah mengaktifkan dua metode utama dalam proses identifikasi.

“Tim DVI Bidokkes Polda Kalbar membentuk Tim Antemortem dan Post Mortem. Identifikasi dilakukan secara ilmiah menggunakan data primer seperti sidik jari, rekam gigi, dan DNA, serta data sekunder berupa properti korban,” jelasnya.

Ia juga mengimbau pihak keluarga korban untuk tetap tenang dan mempercayai proses identifikasi yang tengah berlangsung.

Adapun daftar korban dalam kecelakaan tersebut terdiri dari dua kru dan enam penumpang, yakni:

  • Pilot: Capt. Marindra W
  • Co-Pilot: Harun Arasyd
  • Penumpang: Mr. Patrik K, Mr. Victor T, Mr. Charles L, Mr. Joko C, Mr. Fauzie O, dan Mr. Sugito

Kronologi Kejadian

Sebelumnya, helikopter Airbus H130 tersebut lepas landas dari area perkebunan PT Citra Mahkota di Kecamatan Menukung, Kabupaten Melawi, menuju Kabupaten Kubu Raya pada Kamis (16/4/2026) pukul 08.34 WIB.

Berdasarkan informasi dari AirNav Indonesia, lima menit setelah mengudara atau sekitar pukul 08.39 WIB, helikopter dilaporkan hilang kontak dan tidak lagi terpantau radar.

Tak lama kemudian, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan melalui Command Center mendeteksi sinyal darurat melalui satelit LEOSAR dalam sistem COSPAS-SARSAT, yang menangkap pancaran Emergency Locator Transmitter (ELT) sebagai indikasi kondisi darurat.

Helikopter kemudian ditemukan dalam kondisi hancur setelah menabrak dinding bukit di kawasan Puncak Nanga Kiungkang, Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, dengan kemiringan mencapai 65 derajat.

Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.(red)

Sumber : Viva.co

Editor : Pahotan M Hutagalung

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights