RagamTeknologi & Digital

Hujan Meteor Lyrid Capai Puncak Pekan Ini, Ini Cara dan Waktu Terbaik Menyaksikannya

×

Hujan Meteor Lyrid Capai Puncak Pekan Ini, Ini Cara dan Waktu Terbaik Menyaksikannya

Sebarkan artikel ini
Hujan meteor Lyrid tahunan mencapai puncaknya pada hari Rabu, memberikan kesempatan bagi para pengamat bintang untuk melihat hingga 10–20 bintang jatuh melintas di langit. NASA/JSC/D. Pettit

NusantaraTop.co – Fenomena langit tahunan yang dinantikan, hujan meteor Lyrid, kembali menghiasi langit malam pekan ini. Para pengamat bintang berkesempatan menyaksikan hingga 10–20 meteor per jam melintas di langit gelap tanpa cahaya bulan.

Hujan meteor ini sebenarnya telah berlangsung sejak 16 April, namun akan mencapai puncaknya pada Rabu, 22 April hingga dini hari keesokan harinya.

Lyrid dikenal sebagai salah satu hujan meteor tertua yang pernah tercatat dalam sejarah, dengan pengamatan yang sudah ada sejak sekitar 2.500 tahun lalu.

Fenomena ini terjadi akibat sisa-sisa debu dari komet Thatcher, sebuah komet es yang terakhir kali melintasi tata surya pada tahun 1861. Saat Bumi melintasi jalur debu tersebut, partikel-partikel kecil masuk ke atmosfer dan terbakar, menciptakan garis cahaya yang dikenal sebagai “bintang jatuh”.

Peneliti meteorit, Maria Valdes dari School of the Art Institute of Chicago, menjelaskan bahwa komet Thatcher hanya terlihat dari Bumi setiap 415 tahun sekali. Namun, jejak debunya dapat kita temui setiap tahun dalam bentuk hujan meteor Lyrid.

Keterangan Foto<br >Hujan meteor Lyrid dikenal dengan kilatan terang fireball yang melintas cepat di langit malam<br >Sumber Meteorshowersorg

Tahun ini, kondisi pengamatan diperkirakan lebih optimal karena fase bulan sabit yang redup, sehingga langit akan lebih gelap dan meteor terlihat lebih jelas.

Meski tidak seintens beberapa hujan meteor lainnya, Lyrid terkenal dengan kilatan terang dan cepat yang disebut “fireballs”. Fenomena ini paling optimal diamati dari belahan Bumi utara.

Keterangan Foto<br >Hujan meteor Lyrid tahunan terlihat menghiasi langit malam di atas Burg auf Fehmarn Pulau Fehmarn Laut Baltik Jerman utara 20 April 2018<br >Sumber DPAAFP via Getty Images

Cara Menyaksikan Hujan Meteor Lyrid

Untuk mendapatkan pengalaman terbaik, pengamat disarankan mencari lokasi yang jauh dari polusi cahaya seperti lampu kota dan gedung tinggi.

Dibutuhkan sekitar 20–30 menit agar mata beradaptasi dengan gelapnya langit malam, sehingga disarankan untuk menghindari penggunaan ponsel selama proses tersebut.

Gunakan kursi santai atau alas tidur, lalu arahkan pandangan ke langit timur laut. Meteor Lyrid tampak berasal dari rasi bintang Lyra dan menyebar ke berbagai arah dengan kecepatan tinggi.

Selain cepat dan terang, beberapa meteor juga meninggalkan jejak seperti asap di langit.

Setelah Lyrid, fenomena hujan meteor berikutnya yang patut ditunggu adalah Eta Aquarids pada bulan Mei, yang berasal dari sisa-sisa komet Halley.

Jangan lewatkan momen langka ini untuk menyaksikan “kembang api kosmik” langsung dari langit malam.(red)

Sumber : NewYork Post

Editor : Pahotan M Hutagalung

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights