PendidikanTeknologi & Digital

SETI Pastikan Komet Antarbintang 3I/Atlas Bukan Teknologi Alien

×

SETI Pastikan Komet Antarbintang 3I/Atlas Bukan Teknologi Alien

Sebarkan artikel ini
Keterangan foto: Komet antarbintang 3I/Atlas terekam oleh Teleskop Luar Angkasa Hubble pada 30 November 2025. SETI Institute memastikan objek yang berasal dari luar tata surya tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda teknologi alien dan sepenuhnya merupakan fenomena alami. FOTO: NASA/ESA/STScI via AP

CAPE CANAVERAL, NusantaraTop.co — Kelompok ilmuwan yang memimpin pencarian kehidupan luar angkasa memastikan bahwa komet antarbintang 3I/Atlas tidak menunjukkan tanda-tanda teknologi alien dan sepenuhnya merupakan objek alami.

SETI Institute pada Rabu (8/6/2026) mengumumkan hasil pemindaian radio intensif menggunakan teleskop mereka di California Utara tidak menemukan sinyal teknologi asing dari pengunjung antarbintang terbaru di tata surya.

Objek bernama 3I/Atlas ditemukan tahun lalu saat melintas di wilayah tata surya. Para ilmuwan segera mengidentifikasinya sebagai komet yang berasal dari sistem bintang lain, meskipun sempat muncul spekulasi tanpa bukti bahwa objek tersebut mungkin berkaitan dengan kehidupan cerdas di luar Bumi.

Komet ini merupakan objek ketiga yang diketahui berasal dari luar tata surya dan memasuki wilayah Matahari. Seluruh objek antarbintang yang pernah ditemukan sejauh ini dinyatakan memiliki asal-usul alami.

Beberapa wahana antariksa milik NASA sempat mengamati komet es tersebut saat melintasi dekat Mars pada Oktober lalu, dengan jarak sekitar 30 juta kilometer dari Planet Merah. Jarak terdekatnya dengan Bumi terjadi pada Desember lalu, yakni sekitar 269 juta kilometer.

SETI mengungkapkan mereka melakukan lebih dari tujuh jam pengamatan sejak Juli setelah komet ditemukan, dengan memindai berbagai frekuensi sinyal radio.

Tim peneliti berhasil mengidentifikasi hampir 74 juta sinyal radio pita sempit. Namun setelah mengeliminasi gangguan manusia dan sinyal yang sesuai dengan pergerakan objek, hanya tersisa sedikit lebih dari 200 sinyal.

“Seluruh sinyal tersebut ternyata berasal dari teknologi di permukaan Bumi atau satelit yang mengorbit Bumi,” tulis SETI dalam hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal Astronomical Journal.

Salah satu penulis penelitian dari Furman University, Valeria Garcia Lopez, mengatakan hasil ini menunjukkan kemampuan teknologi saat ini dalam mendeteksi sinyal dari luar angkasa.

“Hal ini menunjukkan betapa realistisnya mendeteksi sinyal dengan teknologi yang kita miliki sekarang. Karena itu penting untuk terus mencari technosignatures, bahkan dari objek yang mungkin tidak kita duga memiliki sinyal,” ujarnya.

Penulis utama penelitian, Sofia Sheikh, bersama timnya juga menyinggung bahwa wahana Voyager milik NASA suatu hari nanti akan menjadi objek antarbintang bagi sistem bintang lain.

Diluncurkan pada era 1970-an, dua wahana Voyager saat ini menjadi pesawat antariksa terjauh dari Bumi dan terus bergerak di ruang antarbintang.

“Voyager dan wahana serupa pada akhirnya akan menjadi objek antarbintang di sistem bintang lain. Jadi gagasan tentang objek teknologi antarbintang sebenarnya sudah memiliki bukti keberadaan,” tulis tim peneliti.

Saat ini komet 3I/Atlas berada sekitar 1,3 miliar kilometer dari Bumi dan terus bergerak meninggalkan tata surya untuk tidak kembali lagi.

Ukuran komet diperkirakan berkisar antara 440 meter hingga 5,6 kilometer. Para ilmuwan menduga usia komet tersebut mencapai 11 miliar tahun, atau sekitar dua kali lebih tua dibanding Matahari.

(AP)

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights