MancanegaraOlahragaTeknologi & Digital

Robot AI “Ace” Tantang Pemain Profesional Tenis Meja, Tembus Level Ahli Dunia

×

Robot AI “Ace” Tantang Pemain Profesional Tenis Meja, Tembus Level Ahli Dunia

Sebarkan artikel ini
Robot otonom “Ace” dari Sony mengembalikan pukulan ke arah lawannya, atlet tenis meja Yamato Kawamata, dalam pertandingan pada Desember 2025. Foto ini dirilis pada 22 April 2026. (Sumber: Sony AI/Handout via Reuters)

Tokyo, NusantaraTop.co – Sebuah robot otonom pemain tenis meja bernama Ace mencetak sejarah baru dalam dunia kecerdasan buatan (AI) dan robotika setelah mampu menyaingi bahkan mengalahkan pemain manusia level atas dalam pertandingan kompetitif.

Robot ini dikembangkan oleh divisi riset AI milik Sony dan menjadi robot pertama yang mencapai performa setara pemain ahli dalam olahraga fisik yang menuntut kecepatan reaksi dan presisi tinggi.

Proyek Ace dipimpin oleh Peter Dürr, yang menyebut pencapaian ini sebagai langkah besar dalam pengembangan robot yang mampu berpikir dan bereaksi seperti manusia dalam situasi nyata. “Olahraga fisik real-time seperti tenis meja merupakan tantangan besar karena membutuhkan interaksi cepat, presisi, dan adaptasi terhadap lawan,” ujarnya.

Tanding Sesuai Standar Internasional

Dalam pengujiannya, Ace bertanding melawan pemain elite dan profesional sesuai aturan resmi International Table Tennis Federation dan diawasi wasit berlisensi.

Hasilnya cukup mencengangkan. Pada April 2025, Ace berhasil memenangkan tiga dari lima pertandingan melawan pemain elite, serta hanya kalah dua kali dari pemain profesional. Bahkan, menurut Sony AI, robot ini terus berkembang dan mampu mengalahkan pemain profesional pada Desember 2025 dan awal 2026.

Robot otonom Ace dari Sony melepaskan pukulan balik ke arah lawannya atlet tenis meja Minami Ando dalam pertandingan di Tokyo pada Desember 2025 Foto ini dirilis pada 22 April 2026 Sumber Sony AIHandout via Reuters

Teknologi Canggih di Balik Ace

Ace dilengkapi dengan sembilan kamera sinkron dan tiga sistem penglihatan untuk melacak bola dengan akurasi tinggi, bahkan mampu menangkap gerakan yang sulit dilihat mata manusia.

Robot ini juga menggunakan platform khusus dengan delapan sendi, yang dirancang untuk menghasilkan pukulan kompetitif—mulai dari posisi, orientasi, hingga kekuatan pukulan.

Teknologi ini memungkinkan Ace membaca spin bola dengan kemampuan “superhuman” serta bereaksi dalam waktu yang sangat singkat.

Tantangan dan Kelebihan

Pemain profesional seperti Mayuka Taira mengakui kesulitan menghadapi Ace. “Robot ini sulit diprediksi dan tidak menunjukkan emosi, sehingga sangat sulit membaca kelemahannya,” ujarnya.

Sementara itu, pemain elite Rui Takenaka menyebut bahwa strategi sederhana masih bisa menjadi celah untuk mengalahkan Ace, meski tetap tidak mudah.

Masa Depan Robotika

Keberhasilan Ace tidak hanya terbatas pada olahraga. Teknologi di balik robot ini dinilai berpotensi diterapkan di berbagai bidang, seperti manufaktur, layanan, hiburan, hingga sistem keselamatan yang membutuhkan respons cepat dan akurat.

Penelitian mengenai Ace telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah bergengsi Nature, menandai tonggak penting dalam integrasi AI dengan dunia fisik.

Meski masih memiliki kelemahan dalam adaptasi strategi seperti manusia, pengembang optimistis Ace akan terus berkembang dan membuka jalan bagi generasi robot yang lebih cerdas dan responsif di masa depan.(red)

Sumber : Reuters

Editor : Pahotan M Hutagalung

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights