Medan, NusantaraTop.co – Dunia akademik dan pelayanan haji Indonesia mencatat tonggak baru. Aliya Rahmayani Siregar resmi menyandang gelar Doktor Bidang Haji pertama di Indonesia.
Perempuan yang akrab disapa Umi Aliya tersebut menuntaskan program doktoralnya di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara dalam waktu kurang dari dua tahun enam bulan.
Ia dinyatakan lulus pada Februari 2026 dengan IPK 3,8 dan predikat cumlaude. Dalam proses akademiknya, salah satu penguji eksternal adalah Dahnil Anzar Simanjuntak.
“Ini menjadi penyemangat tersendiri bagi saya untuk terus mengembangkan keilmuan di bidang haji,” ujar Umi Aliya, Minggu (26/04/2026) di kawasan Asrama Haji Medan.
Haji Bukan Sekadar Ritual
Menurut Umi Aliya, pencapaian tersebut merupakan hasil dari kerja keras, disiplin riset, serta pengalaman panjang dalam membimbing jemaah haji.
“Haji bukan hanya ritual, tapi juga ilmu. Mengelola ratusan jemaah dalam satu kloter membutuhkan manajemen, sains, dan hati,” tegasnya.
Saat ini, KBIHU Multazam Medan kembali dipercaya membimbing 232 jemaah calon haji yang tergabung dalam Kloter 5 Embarkasi Medan.
Kembangkan Bimbingan Berbasis Riset
Dengan bekal akademik doktoral, Umi Aliya mengembangkan kurikulum bimbingan berbasis riset lapangan. Program tersebut mencakup simulasi kepadatan di Mina, manajemen waktu lempar jumrah, mitigasi kelelahan, hingga literasi digital bagi jemaah lanjut usia.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah haji.
“Ibadah haji sebagian besar adalah ibadah fisik. Jemaah harus menjaga kondisi tubuh agar dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan baik,” pesannya.
Komitmen Tingkatkan Pelayanan Haji
Gelar doktor ini, lanjutnya, bukan menjadi akhir perjalanan, melainkan awal untuk meningkatkan kualitas pelayanan haji yang lebih profesional.
“Setiap jemaah adalah amanah. Pelayanan harus dilakukan dengan ilmu dan tanggung jawab,” tutupnya.
Pencapaian ini diharapkan menjadi inspirasi bagi dunia pendidikan dan pelayanan haji di Indonesia dalam meningkatkan kualitas pembinaan jemaah secara berkelanjutan.(red)
Laporan : Dara Mustika
Editor : Pahotan M Hutagalung












