Jakarta, NusantaraTop.co— Kasus pembajakan kapal tanker MT Honour 25 di perairan Somalia menjadi perhatian publik setelah beredar video empat warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi anak buah kapal (ABK) meminta bantuan makanan serta evakuasi.
Video tersebut mulai beredar pada Sabtu (16/5/2026). Dalam rekaman itu, para ABK WNI terlihat menyampaikan kondisi mereka setelah kapal dibajak kelompok perompak di sekitar perairan Hafun, Somalia.
Pemerintah Indonesia diketahui telah menerima laporan pembajakan tersebut yang terjadi sejak 22 April 2026 lalu.
Kapal MT Honour 25 diketahui diawaki oleh 16 kru, terdiri dari 4 ABK asal Indonesia, 10 ABK Pakistan, serta masing-masing satu ABK asal India dan Myanmar.
Empat WNI yang berada di kapal tersebut yakni:
- Ashari Samadikun, Kapten Kapal asal Kabupaten Gowa
- Adi Faizal, 2nd Officer asal Kabupaten Bulukumba
- Wahudinanto, Chief Officer asal Kabupaten Pemalang
- Fiki Mutakin asal Bogor
Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menegaskan pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk membebaskan para WNI yang berada di kapal tersebut.
“Jadi kita juga sudah melakukan komunikasi, termasuk dengan pembajak itu sendiri,” kata Sugiono di kompleks parlemen, Senayan, Rabu (20/5/2026).
Menurutnya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI juga terus berkoordinasi dengan sejumlah perwakilan Indonesia di luar negeri, termasuk Kedutaan Besar RI di Nairobi, Kenya, yang menjadi salah satu titik koordinasi utama dalam penanganan kasus tersebut.
Selain itu, pemerintah juga menjalin koordinasi dengan Kedutaan RI di Pakistan dan Konsulat Jenderal RI di Karachi guna membantu proses penyelamatan para kru.
“Dalam rangka penyelamatan dan pengamanannya kita juga berkoordinasi dengan kedutaan kita di Pakistan, kemudian Konsulat Jenderal kita di Karachi,” ujar Sugiono.
Sementara itu, Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl, menyampaikan bahwa hingga saat ini seluruh kru WNI dilaporkan dalam kondisi sehat.
“Berdasarkan informasi yang telah dikumpulkan dari berbagai pihak, seluruh kru kapal WNI dilaporkan dalam keadaan sehat, kebutuhan logistik terpenuhi, dan gaji tetap dibayarkan,” kata Vahd Nabyl pada Senin (18/5/2026).
Pemerintah Indonesia menyatakan akan terus melakukan langkah diplomasi dan koordinasi lintas negara demi memastikan keselamatan seluruh WNI yang berada di atas kapal MT Honour 25.
Kasus pembajakan kapal di wilayah perairan Somalia sendiri masih menjadi ancaman serius bagi pelayaran internasional, terutama di jalur perdagangan yang melintasi kawasan Tanduk Afrika.(red)
Editor : Pahotan M Hutagalung












