Mancanegara

Gempa Dahsyat Guncang Venezuela, Sedikitnya 235 Tewas dan Ribuan Korban Dikhawatirkan Masih Tertimbun

×

Gempa Dahsyat Guncang Venezuela, Sedikitnya 235 Tewas dan Ribuan Korban Dikhawatirkan Masih Tertimbun

Sebarkan artikel ini
Tim penyelamat dan warga mencari korban yang diduga masih tertimbun di reruntuhan bangunan yang ambruk akibat gempa bumi di Catia La Mar, Negara Bagian La Guaira, dekat Caracas, Venezuela. Operasi pencarian terus dilakukan di tengah kekhawatiran masih banyak korban yang belum ditemukan. (Foto: Juan Barreto/AFP/Getty Images)

Caracas, NusantaraTop.co – Tim penyelamat dari berbagai negara berlomba menuju pesisir utara Venezuela setelah dua gempa bumi berkekuatan besar mengguncang negara tersebut dan menghancurkan puluhan bangunan. Sedikitnya 235 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara ribuan korban lainnya dikhawatirkan masih tertimbun reruntuhan.

Pemerintah Venezuela melaporkan sedikitnya 4.300 orang mengalami luka-luka akibat bencana yang terjadi pada Rabu (24/6/2026) sore waktu setempat. Operasi pencarian dan penyelamatan masih terus berlangsung di sejumlah wilayah terdampak.

Dua gempa berkekuatan Magnitudo 7,2 dan 7,5 terjadi hanya dalam selang waktu kurang dari 40 detik. Guncangan kuat menyebabkan kerusakan parah di kawasan pesisir utara, termasuk merusak Bandara Internasional Simón Bolívar, pintu gerbang utama menuju ibu kota Caracas.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, mengatakan Departemen Pertahanan AS akan membantu pengerahan tim pencarian dan penyelamatan ke wilayah terdampak.

“Kebutuhan paling mendesak saat ini adalah pencarian dan penyelamatan. Banyak bangunan yang runtuh sehingga dibutuhkan bantuan untuk mengevakuasi korban yang masih tertimbun reruntuhan,” ujar Rubio kepada wartawan.

Ia menegaskan bahwa 72 jam pertama pascagempa merupakan periode paling krusial untuk menyelamatkan korban yang masih hidup.

Tim penyelamat dan warga mencari korban yang diduga masih tertimbun di reruntuhan bangunan yang ambruk akibat gempa bumi di Catia La Mar, Negara Bagian La Guaira, dekat Caracas, Venezuela. Operasi pencarian terus dilakukan di tengah kekhawatiran masih banyak korban yang belum ditemukan. (Foto: Juan Barreto/AFP/Getty Images)

La Guaira Jadi Wilayah Terparah

Kerusakan paling parah terjadi di wilayah pesisir sekitar Bandara Internasional Simón Bolívar, terutama di kota La Guaira, Catia La Mar, dan Caraballeda.

Sejumlah apartemen bertingkat dan bangunan hotel dilaporkan roboh. Banyak keluarga dilaporkan hilang setelah bangunan tempat tinggal mereka ambruk.

Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, menetapkan wilayah La Guaira sebagai kawasan bencana.

“Ini adalah tragedi yang sangat besar,” kata Rodríguez dalam pidato yang disiarkan televisi nasional.

Di ibu kota Caracas, sejumlah bangunan juga dilaporkan runtuh, terutama di kawasan Altamira dan Los Palos Grandes.

Badan Koordinasi Urusan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (OCHA) menyebut lebih dari 100 bangunan ambruk di wilayah La Guaira saja, termasuk kompleks apartemen Ritasol Palace dan Eduard’s Hotel di kawasan tepi pantai.

Korban yang masih dinyatakan hilang mencakup anak-anak hingga lanjut usia.

A car under the rubble of a building in the aftermath of earthquakes, in Caraballeda, La Guaira state. Photograph: Jose Alberto Gallipoli Lameda/Reuters

Bantuan Internasional Berdatangan

Kepala OCHA PBB, Tom Fletcher, mengatakan organisasinya telah mengerahkan seluruh sumber daya untuk membantu Venezuela.

“Kami akan mengirim personel, solidaritas, dan terutama dukungan pencarian serta penyelamatan bagi masyarakat yang kehilangan begitu banyak. Sekarang adalah waktunya bertindak,” ujarnya.

Sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, Brasil, Meksiko, Spanyol, Portugal, Kanada, Prancis, Qatar, dan Republik Dominika, menyatakan siap mengirim bantuan kemanusiaan dan tim penyelamat.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan akan mengirim 85 personel penyelamat khusus untuk membantu operasi evakuasi.

Sementara itu, Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva menyampaikan belasungkawa dan menyatakan dukungan kepada rakyat Venezuela yang dinilainya telah menunjukkan ketangguhan menghadapi berbagai krisis selama bertahun-tahun.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga menyatakan negaranya siap memberikan bantuan kemanusiaan.

“Amerika Serikat siap membantu. Saya telah menginstruksikan seluruh lembaga pemerintah untuk bergerak cepat. Laporan awal mengenai dampak bencana ini sangat memprihatinkan,” ujarnya.

Pemerintah Amerika Serikat bahkan mengumumkan pelonggaran sementara sejumlah sanksi terhadap Venezuela hingga 23 Oktober 2026 untuk mempermudah transaksi yang berkaitan dengan bantuan kemanusiaan pascagempa.

Operasi Penyelamatan Terus Berlangsung

Pemerintah Venezuela juga meminta perusahaan-perusahaan konstruksi menyediakan alat berat guna mempercepat proses evakuasi korban yang masih tertimbun bangunan runtuh.

Rekaman udara memperlihatkan kerusakan luas di wilayah La Guaira yang disebut sebagai titik nol bencana, dengan deretan bangunan di kawasan pantai rata dengan tanah.

Hingga kini, tim penyelamat masih terus melakukan pencarian terhadap korban yang diduga masih berada di bawah reruntuhan bangunan, sementara jumlah korban diperkirakan masih dapat bertambah seiring berlangsungnya proses evakuasi.(red)

Sumber : The Guardian

Editor : Pahotan M Hutagalung

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights