DaerahSumut

Dandim Labuhanbatu Bantah Tudingan Satu Kompi TNI Curi Sapi Warga, Tegaskan Personel Hanya Amankan Konflik

×

Dandim Labuhanbatu Bantah Tudingan Satu Kompi TNI Curi Sapi Warga, Tegaskan Personel Hanya Amankan Konflik

Sebarkan artikel ini
Keterangan Foto Dandim 0209/Labuhanbatu Letkol Kav Hanung Kaptiaji memberikan keterangan kepada wartawan terkait tudingan keterlibatan personel TNI dalam dugaan pencurian sapi di Desa Sei Siarti, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu, Senin (29/6/2026). Ia menegaskan personel TNI hanya bertugas mengamankan situasi konflik antara dua warga yang bersengketa. (istimewa)

Labuhanbatu, NusantaraTop.co – Komandan Kodim (Dandim) 0209/Labuhanbatu, Letkol Kav Hanung Kaptiaji, membantah tudingan yang menyebut satu kompi prajurit TNI Angkatan Darat terlibat dalam pencurian sapi milik warga di Desa Sei Siarti, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu.

Isu tersebut mencuat setelah beredar video di media sosial yang memperlihatkan sejumlah pria berbadan tegap berjalan kaki sambil diteriaki warga. Dalam narasi yang beredar, mereka disebut sebagai personel TNI yang diduga mencuri ternak milik seorang janda.

Menanggapi kabar tersebut, Letkol Hanung menegaskan bahwa informasi yang berkembang tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

“Kami, pihak Kodim, sudah bertemu dengan kedua belah pihak yang bertikai dengan permasalahan lembu. Baik itu saudari dari Mbak MS, kemudian saudara J, dan kami sudah tahu permasalahannya seperti apa,” kata Letkol Hanung kepada wartawan, Senin (29/6/2026).

Menurutnya, peristiwa yang terjadi bukanlah aksi pencurian oleh anggota TNI, melainkan konflik kepemilikan ternak antara dua warga sipil berinisial MS dan JF yang saat ini masih berproses secara hukum.

Hanung mengakui memang terdapat personel TNI di lokasi saat kejadian. Namun, keberadaan mereka semata-mata untuk menjaga situasi tetap kondusif karena ketegangan antara kedua belah pihak dinilai cukup tinggi.

“Kami sudah melaksanakan pengecekan, sampai dengan sekarang terkait dengan keterlibatan tidak ada. Tetapi memang ada personel yang melaksanakan pengamanan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, anggota TNI diturunkan untuk mencegah konflik semakin meluas.

“Pengamanan dalam rangka, pada hari itu memang situasi konflik antara kedua belah pihak ini sedang sangat tinggi. Nah, anggota yang pengamanan tersebut, itu menjaga agar situasi menjadi kondusif,” lanjutnya.

Dandim menegaskan Kodim 0209/Labuhanbatu terbuka apabila masyarakat memiliki bukti adanya keterlibatan oknum TNI dalam perkara tersebut.

“Tetapi kami minta tolong selaku yang bertanggung jawab sebagai Komandan di Labuhanbatu, seandainya ada keterlibatan TNI AD yang dirasa punya bukti, laporkan kepada kami, tentu akan kami tindak lanjuti,” tegasnya.

Berdasarkan hasil penelusuran Kodim, sengketa kepemilikan ternak tersebut telah berlangsung sejak Mei 2026 dan kini sedang ditangani aparat kepolisian.

Kedua pihak diketahui saling membuat laporan di Polres Labuhanbatu terkait dugaan penguasaan ternak, serta melaporkan dugaan pencemaran nama baik ke Polda Sumatera Utara.

Meski demikian, Hanung tidak menjelaskan secara rinci duduk perkara sengketa tersebut. Ia hanya menyebut bahwa salah satu pihak, yakni JF, memiliki lahan dan memelihara sejumlah lembu di lokasi tersebut.

Namun, lanjutnya, ternak itu kemudian diklaim sebagai milik keluarga MS sehingga memicu perselisihan.

“Awal mulanya bahwa saudara J ini memiliki lahan, memiliki lembu di situ, kemudian diakui oleh keluarga dari Ibu MS ini, yang kemudian ada konflik di situ,” jelasnya.

Hanung menegaskan bahwa TNI tidak akan ikut menentukan siapa yang benar atau salah dalam sengketa kepemilikan ternak tersebut karena proses hukum sedang berjalan.

“Kami berupaya tidak masuk ke area itu. Kami tidak berupaya masuk ke mana yang benar, mana yang salah,” pungkasnya.(red)

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights