Jakarta, NusantaraTop.co – Mantan Calon Presiden pada Pemilu 2024 sekaligus mantan Gubernur DKI Jakarta periode 2017–2022, Anies Rasyid Baswedan, menyampaikan pandangan kritis terkait kondisi terkini yang dinilainya tidak sedang baik-baik saja.
Pernyataan tersebut disampaikan Anies melalui unggahan video di akun media sosial platform X @aniesbaswedan pada Rabu (20/5/2026) dengan durasi 2 menit 59 detik. Dalam video itu, ia menyoroti sejumlah indikator ekonomi serta situasi global yang menurutnya berpotensi menambah tekanan bagi masyarakat.
Anies membuka pernyataannya dengan salam dan ajakan untuk berbagi pandangan, sebelum menyinggung kondisi ekonomi nasional.
“Rupiah jatuh ke titik terendah sepanjang sejarah, harga-harga naik, kesempatan kerja menyempit, daya beli rumah tangga melemah, tabungan tergerus,” ujar Anies dalam video tersebut.
Ia menambahkan bahwa tantangan ke depan masih berat, termasuk dinamika geopolitik global yang memanas, potensi konflik di Timur Tengah, serta peringatan ilmuwan mengenai fenomena El Niño yang disebut sebagai salah satu yang terkuat dalam sejarah pengamatan.
Menurutnya, dalam situasi seperti ini, kebutuhan utama pasar dan publik adalah kepastian dari pemerintah.
“Bukan ketenangan semu, bukan masalah yang ditaburi gula-gula, tapi kepastian yang lahir dari transparansi dan kejujuran,” ucapnya.
Anies juga menyoroti adanya ketidakkonsistenan kebijakan, komunikasi publik yang dinilai kurang serius, serta dugaan minimnya transparansi data. Ia menyebut hal tersebut dapat menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat dan pelaku pasar.
Lebih lanjut, ia mengkritik adanya ketimpangan dalam pengelolaan kebijakan, di mana masyarakat diminta berhemat namun di sisi lain dinilai masih terjadi pemborosan di tingkat tertentu.
“Ini tampak sebagai ketidakpekaan,” katanya.
Ia juga menyinggung peringatan dari berbagai lembaga ekonomi dalam dan luar negeri, serta media internasional yang menurutnya perlu dijadikan perhatian serius oleh pemerintah.
Menutup pernyataannya, Anies mengajak pemerintah untuk lebih terbuka dan konsisten dalam menyampaikan kondisi nyata kepada publik.
“Berhentilah memberi obat tidur kepada publik. Buka data apa adanya, sampaikan masalah dengan jujur, berikan arah kebijakan yang jelas dan konsisten,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap bersiap menghadapi potensi tekanan ekonomi dan tantangan global ke depan, namun tetap optimistis dengan syarat adanya keseriusan dalam pengelolaan negara.
“Masih harus optimis, tapi syaratnya satu: serius mengurus bangsa ini,” pungkasnya.(red)
Editor : Pahotan M Hutagalung












