MancanegaraNewsPolitikRagam

Arab Saudi Peringatkan Iran Untuk Capai Kesepakatan Nuklir Dengan Trump atau Hadapi Serangan Israel

×

Arab Saudi Peringatkan Iran Untuk Capai Kesepakatan Nuklir Dengan Trump atau Hadapi Serangan Israel

Sebarkan artikel ini
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei (kanan) bertemu dengan Menteri Pertahanan Saudi Pangeran Khalid bin Salman (kiri) di Teheran, Iran, 17 April 2025. Kantor Pemimpin Tertinggi Iran/WANA (West Asia News Agency)/Handout via REUTERS/Foto Arsip

Dubai, NusantaraTop.co –  Menteri Pertahanan Arab Saudi Pangeran Khalid bin Salman (usia 37 tahun) bertamu ke  pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khameneidi Teheran pada bulan 17 April 2025 silam.

Putra Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz ini berpesan tegas ke Iran untuk menanggapi tawaran Presiden Amerika Serikat (AS)  Donald Trump pada perundingan perjanjian nuklir. Tawaran tersebut disampaikan Pangeran merupakan cara untuk menghindari risiko perang dengan Israel, pada bulan 17 April 2025 silam.

Pertemuan secara tertutup di Teheran itu, (17 April 2025)juga dihadiri  Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Mohammad Bagheri dan Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi, di kompleks kepresidenan.

Menurut sumber, pesan dari raja Salman (usia 89 tahun) pada utusan putranya Pangeran Khalid pada 17 April 2025 tidak sama sekali diindahkan oleh pejabat Iran.

Pangeran Khalid, yang merupakan duta besar Saudi untuk Washington selama masa jabatan pertama Trump.

Menurut keempat sumber tersebut, Khalid memperingatkan ke pejabat Iran bahwa pemimpin AS itu tidak memiliki kesabaran untuk negosiasi yang berlarut-larut.

Trump secara tak terduga mengumumkan lebih dari seminggu sebelumnya bahwa pembicaraan secara langsung dengan Teheran, yang bertujuan untuk mengekang program nuklir Iran dengan imbalan keringanan sanksi. Dia telah menyampaikan itu ke Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, saat melakukan kunjungan ke Washington dengan harapan untuk mendapatkan dukungan serangan terhadap situs nuklir Iran.

Kunjungan Pangeran Khalid – adik dari Putra Mahkota Mohammed Bin Salman merupakan kunjungan perdana dari anggota senior keluarga kerajaan Saudi ke Iran selama lebih dari dua dekade.

Riyadh dan Teheran telah lama menjadi rival berat, sering mendukung pihak yang berseberangan dalam perang proksi, hingga pemulihan hubungan yang ditengahi oleh Tiongkok pada tahun 2023 membantu meredakan ketegangan dan memulihkan hubungan diplomatik.

Selama dua tahun terakhir, posisi regional Iran telah dirusak oleh pukulan militer berat yang dilakukan oleh Israel terhadap sekutunya Hamas di Gaza dan Hizbullah di Lebanon, dan penggulingan sekutu dekatnya, diktator Suriah Bashar al-Assad.

Sementara itu, sanksi Barat telah membombardir perekonomiannya yang bergantung pada minyak.

Mohanad Hage Ali, seorang pakar Iran di lembaga pemikir Carnegie Middle East Center di Beirut, mengatakan bahwa kelemahan Teheran telah memberi Arab Saudi kesempatan untuk menggunakan pengaruh diplomatiknya, dengan berusaha menghindari pertikaian regional.

“Mereka (Saudi) ingin menghindari perang karena perang dan konfrontasi dengan Iran akan berdampak negatif pada mereka dan visi serta ambisi ekonomi mereka,” katanya kepada Reuters., Jumat (30/5/2025) (red)

Sumber : Reuters

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights