MancanegaraPolitik

AS Tarik Sebagian Pasukan dari Timur Tengah, Iran Ancam Serang Pangkalan Amerika

×

AS Tarik Sebagian Pasukan dari Timur Tengah, Iran Ancam Serang Pangkalan Amerika

Sebarkan artikel ini

DUBAI/DOHA, NusantaraTop.co – Amerika Serikat mulai menarik sebagian personelnya dari sejumlah pangkalan militer di Timur Tengah di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, menyusul peringatan Iran yang menyebut akan menyerang pangkalan AS jika Washington melakukan intervensi militer.

Seorang pejabat Amerika Serikat, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan penarikan sebagian personel tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan di tengah eskalasi situasi regional. Langkah ini muncul setelah seorang pejabat senior Iran menyebut Teheran telah memperingatkan negara-negara tetangganya bahwa pangkalan AS di wilayah mereka akan menjadi sasaran jika Washington menyerang Iran.

Ketegangan meningkat seiring upaya kepemimpinan Iran meredam gelombang kerusuhan domestik terburuk yang pernah dihadapi Republik Islam tersebut. Pemerintah Iran berupaya mencegah intervensi Presiden AS Donald Trump, yang berulang kali mengancam akan turun tangan mendukung para pengunjuk rasa anti-pemerintah.

Dua pejabat Eropa menyebut kemungkinan intervensi militer AS semakin besar, bahkan salah satunya menyatakan langkah tersebut bisa terjadi dalam 24 jam ke depan. Seorang pejabat Israel juga menyampaikan bahwa Presiden Trump diduga telah mengambil keputusan untuk melakukan intervensi, meski waktu dan skala operasi belum dipastikan.

Qatar mengonfirmasi adanya pengurangan personel di Pangkalan Udara Al Udeid, pangkalan militer AS terbesar di kawasan. Penarikan tersebut, menurut pemerintah Qatar, dilakukan sebagai respons terhadap meningkatnya ketegangan regional.

Tiga diplomat mengatakan sejumlah personel telah diperintahkan meninggalkan pangkalan, meskipun belum terlihat penarikan besar-besaran seperti yang terjadi menjelang serangan rudal Iran tahun lalu.

Presiden Trump dalam beberapa hari terakhir kembali mengancam akan melakukan intervensi di Iran. Dalam wawancara dengan CBS News, Selasa (13/1/2026), Trump berjanji akan mengambil “tindakan sangat keras” jika Iran mengeksekusi para demonstran. Ia juga menyerukan agar warga Iran terus melakukan protes dan mengambil alih institusi pemerintahan.

Sementara itu, seorang pejabat senior Iran mengatakan Teheran telah meminta negara-negara sekutu AS di kawasan, termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Turki, untuk mencegah Washington menyerang Iran.

“Teheran telah memperingatkan negara-negara regional bahwa pangkalan militer AS di wilayah mereka akan diserang jika Amerika Serikat menargetkan Iran,” ujar pejabat tersebut.

Iran dan negara-negara Barat menggambarkan kerusuhan yang dimulai dua pekan lalu sebagai yang paling brutal sejak Revolusi Islam 1979. Demonstrasi yang awalnya dipicu kondisi ekonomi memburuk berkembang menjadi aksi besar menentang pemerintahan ulama.

Seorang pejabat Iran menyebut lebih dari 2.000 orang tewas dalam penindakan aparat, sementara kelompok hak asasi manusia memperkirakan korban jiwa mencapai lebih dari 2.600 orang. Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Abdolrahim Mousavi, mengatakan Iran “belum pernah menghadapi kehancuran sebesar ini” dan menyalahkan campur tangan musuh asing.

Kelompok pemantau HAM berbasis di AS, HRANA, melaporkan telah memverifikasi kematian 2.403 pengunjuk rasa serta 147 orang yang berafiliasi dengan pemerintah. Mereka juga mencatat lebih dari 18.000 orang telah ditangkap sejak gelombang protes dimulai.

Meski situasi keamanan memburuk dan arus informasi terhambat akibat pemadaman internet, seorang pejabat Barat menilai pemerintah Iran belum berada di ambang kejatuhan dan aparat keamanan masih memegang kendali.

Pemerintah Iran terus menampilkan citra dukungan publik melalui siaran televisi negara yang menayangkan prosesi pemakaman besar-besaran bagi korban kerusuhan di Teheran dan sejumlah kota lainnya. Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan selama pemerintah masih mendapat dukungan rakyat, upaya musuh untuk melemahkan negara akan gagal.

Sumber: Reuters

Editor : Pashotan M Hutagalung

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights