Mancanegara

Banjir dan Longsor Terjang China, Sedikitnya 18 Orang Tewas

×

Banjir dan Longsor Terjang China, Sedikitnya 18 Orang Tewas

Sebarkan artikel ini
Keterangan Foto : Sejumlah mobil tampak terendam banjir setelah hujan deras mengguyur Kota Duyun, Provinsi Guizhou, China, 19 Mei 2026. Foto diambil dari video media sosial. Foto: Reuters.

Beijing, NusantaraTop.co – Hujan deras yang terus mengguyur wilayah selatan dan tengah China menyebabkan banjir besar dan tanah longsor yang menewaskan sedikitnya 18 orang, Selasa (19/5/2026). Bencana tersebut juga memaksa penutupan sekolah, aktivitas bisnis, serta mengganggu transportasi dan pasokan listrik di sejumlah daerah.

Badan Meteorologi China menyebut sejumlah wilayah seperti Jiangxi, Anhui, Hunan, Hubei, Guizhou, Guangxi, Guangdong, dan Hainan berada dalam risiko tinggi bencana akibat hujan, termasuk longsor, banjir bandang, serta genangan parah di kawasan perkotaan.

Pemerintah China dilaporkan telah mengalokasikan dana bantuan bencana sebesar 150 juta yuan atau sekitar 22 juta dolar AS untuk penanganan darurat di wilayah terdampak.

Di Kota Jingzhou, Provinsi Hubei, banjir merendam jalan-jalan hingga setinggi lutut orang dewasa. Warga bahkan terlihat menangkap ikan yang berenang di jalanan, sebagaimana video yang beredar di platform Douyin. Sejumlah kendaraan dilaporkan hampir tenggelam seluruhnya.

Korban jiwa terbesar terjadi di wilayah Guangxi setelah sebuah mobil pikap yang membawa 15 pekerja pertanian terjatuh ke sungai yang meluap akibat hujan deras. Sedikitnya 10 orang dilaporkan tewas dalam insiden tersebut.

Selain itu, empat orang dilaporkan meninggal dunia akibat banjir di Provinsi Guizhou, tiga orang tewas di sebuah desa dataran rendah di Hubei, dan satu korban lainnya ditemukan meninggal di Provinsi Hunan.

Media pemerintah China melaporkan sekolah, tempat usaha, dan layanan transportasi di beberapa daerah dihentikan sementara. Otoritas setempat juga melakukan evakuasi warga dari kawasan rawan banjir.

Pusat Meteorologi Nasional China memperkirakan cuaca ekstrem akan terus bergerak ke arah timur dan selatan dalam dua hari ke depan. Curah hujan terberat diprediksi terjadi di sepanjang wilayah tengah dan hilir Sungai Yangtze mulai Rabu.

Di Pulau Hainan, pemerintah mengeluarkan peringatan bencana geologi setelah longsor menimpa jalan raya di kawasan Lingshui dan memaksa penutupan sejumlah akses utama.

Sementara itu, wilayah Guangxi juga diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,2 pada Senin sebelumnya. Pemerintah setempat mendirikan 99 lokasi pengungsian sementara untuk lebih dari 4.000 warga dan mengevakuasi sekitar 7.000 orang.

Sumber: Reuters

Editor : Pahotan M Hutagalung

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights