MancanegaraPolitik

DP Demokrat North Carolina Serukan Embargo Senjata untuk Israel, Pimpinan Partai Bungkam

×

DP Demokrat North Carolina Serukan Embargo Senjata untuk Israel, Pimpinan Partai Bungkam

Sebarkan artikel ini
Pasukan Israel mengerahkan tank di dekat perbatasan Gaza pada 15 Juli. Jack Guez/AFP/Getty Images

North Carolina, NusantaraTop.co – Dewan Eksekutif Partai Demokrat North Carolina memicu perdebatan tajam setelah mengesahkan resolusi yang menyerukan embargo militer terhadap Israel. Resolusi itu, yang disahkan pada Juni lalu, menyerukan penghentian bantuan senjata dan dukungan logistik kepada Israel, serta menuduh negara itu melakukan genosida dan apartheid dalam perang melawan Hamas.

Langkah ini mengguncang internal partai dan membuka kembali luka lama soal bagaimana Partai Demokrat memposisikan diri terhadap konflik Israel-Palestina. Beberapa kader Yahudi mendukung resolusi sebagai bentuk solidaritas terhadap hak asasi Palestina, sementara lainnya mengecamnya sebagai pernyataan yang memecah belah.

Menariknya, sejumlah tokoh penting partai, termasuk Ketua Partai Demokrat North Carolina Anderson Clayton dan Gubernur Josh Stein, menolak memberikan komentar. Tak ada dokumentasi resmi, video, atau catatan publik di situs partai tentang pemungutan suara tersebut, yang menurut peserta, berakhir dengan skor 161 berbanding 151.

Polemik di Tengah Upaya Rebut Kursi Senat

Pengesahan resolusi ini muncul di saat kritis. Partai Demokrat tengah bersiap merebut kembali kursi Senat dari Partai Republik setelah Senator Thom Tillis mengumumkan pensiun. Namun, perpecahan internal ini dikhawatirkan melemahkan kekuatan kolektif partai menghadapi Pemilu 2026.

“Kita harus fokus pada isu yang benar-benar dirasakan masyarakat, seperti ekonomi dan layanan kesehatan, bukan konflik luar negeri yang memecah belah,” ujar Kathy Manning, Ketua Dewan Pengarah Democratic Majority for Israel.

Namun, Alan Smith dari Kaukus Progresif partai bersikeras bahwa langkah ini justru mencerminkan aspirasi akar rumput. “Ini akan membawa pemilih kembali ke partai,” ujarnya.

Baca Juga : Israel Gempur Suriah: Dalih Lindungi Kaum Druze, Sasar Ibu Kota hingga Suwayda

Dukungan Luas dari Internal Partai

Meski kontroversial, resolusi ini mendapatkan dukungan dari berbagai faksi partai, termasuk Kaukus Arab, Afrika-Amerika, LGBTQ+, Jewish Democrats, hingga Teen Democrats. Proses pengesahan resolusi ini pun berlangsung panjang—dimulai dari tingkat distrik hingga ke tingkat negara bagian.

Reem Subei, Ketua Kaukus Arab Demokrat, menyebut perjuangan ini sebagai bukti kekuatan basis partai. “Kami ingin dana pajak dipakai untuk kebutuhan lokal, bukan untuk membiayai perang. Ini bukan isu luar negeri saja, ini soal kemanusiaan,” ujarnya.

Setelah pengesahan, berbagai negara bagian lain seperti Texas, Oklahoma, dan Minnesota mulai menghubungi Subei untuk meniru langkah serupa.

Konflik Internal Komunitas Yahudi Demokrat

Perpecahan juga terjadi di kalangan kader Yahudi. Lisa Jewel, Presiden Kaukus Yahudi Demokrat North Carolina, menyebut resolusi itu berbahaya dan menuduhnya membuka jalan bagi meningkatnya antisemitisme.

“Pemimpin partai harus bersuara menentang ekstremisme ini. Ini bukan hanya soal politik, tapi soal keselamatan komunitas kami,” ujar Jewel yang mengaku sinagog tempatnya beribadah sempat menerima ancaman.

Namun, Jewish Democrats, kelompok Yahudi lain dalam partai, justru mendukung resolusi. Juru bicaranya, Mark Bochkis, mengatakan bahwa nilai-nilai Demokrat kini mencerminkan kepedulian terhadap hak-hak Palestina. “Ini adalah wajah baru Partai Demokrat North Carolina. Kita sedang bergerak maju,” tegasnya.

Nasib Resolusi Selanjutnya

Tahap berikutnya adalah apakah resolusi ini akan resmi masuk ke platform partai, menjadi bagian dari misi dan program kerja. Para pendukung mengklaim sudah memenuhi semua prosedur, namun lawan politiknya yakin pimpinan partai bisa tetap memblokirnya.

Sementara itu, para kandidat utama yang berpotensi maju merebut kursi Senat North Carolina mulai menyatakan posisi. Wiley Nickel, mantan anggota DPR, menyebut resolusi itu “terlalu sepihak”, namun juga mengkritik pendekatan Presiden Trump dan PM Israel Netanyahu. “Kita butuh nuansa dalam melihat konflik ini,” ujarnya.

Adapun Rep. Don Davis, anggota Komite Angkatan Bersenjata DPR AS, tetap mendukung penuh Israel. “Kita harus mendukung sekutu seperti Israel dalam menghadapi ancaman Iran dan proksinya,” tegasnya. (*)

Sumber : CNN News

Editor: Pahotan M Hutagalung
NusantaraTop.co – Media Independen Untuk Rakyat

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights