DaerahHukumPariwisataSumut

Dugaan Penipuan Proyek BPODT, Eks DPRD Toba Hendra Silaen Dilaporkan Rugikan Warga Rp25 Juta

×

Dugaan Penipuan Proyek BPODT, Eks DPRD Toba Hendra Silaen Dilaporkan Rugikan Warga Rp25 Juta

Sebarkan artikel ini
Kantor BPODT yang berada Jl. Kapten Patimura No.125, Darat, Kec. Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara (ist)

Medan, NusantaraTop.co – Seorang mantan anggota DPRD Kabupaten Toba, Hendra Silaen, diduga terlibat dalam penawaran proyek yang berujung kerugian terhadap warga Kota Medan, Daniel Heri.

Daniel mengaku mengenal Hendra sejak keduanya berada dalam satu partai politik, yakni Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). Saat itu, Hendra menjabat sebagai anggota DPRD dari fraksi PKPI.

Menurut Daniel, Hendra menawarkan sejumlah proyek pekerjaan yang disebut berasal dari Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT). Proyek tersebut diklaim akan dikerjakan di kawasan Taman Bukit Tara Bunga.

“Awalnya saya ditawari empat proyek, masing-masing senilai Rp250 juta. Untuk setiap proyek diminta uang muka Rp5 juta, jadi total Rp20 juta,” ujar Daniel, Kamis (23/4/2026).

Ia menyebut telah menerima Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta dijanjikan jadwal survei dan penandatanganan kontrak pada 16 Maret 2026, dengan pelaksanaan proyek pada 18 Maret 2026.

Dana sebesar Rp20 juta disebut telah ditransfer langsung ke rekening pribadi Hendra. Selain itu, Daniel juga mengaku diminta tambahan biaya sebesar Rp5 juta untuk tiket pesawat oleh seseorang yang diperkenalkan sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BPODT bernama Finsen Orlando.

Sejumlah bukti transfer yang menunjukkan pengiriman dana dari korban kepada Hendra Silaen dengan total mencapai Rp25 juta Sumber Istimewa

“Total uang yang saya setor sekitar Rp25 juta. Tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan, dan mereka sudah tidak bisa dihubungi,” ungkapnya.

Daniel menjelaskan bahwa komunikasi dengan pihak yang mengaku sebagai PPK hanya dilakukan melalui pesan singkat, tanpa pernah bertemu secara langsung. Kontak tersebut diperoleh dari Hendra.

Ia berharap uang yang telah disetorkan dapat segera dikembalikan. Jika tidak ada itikad baik dalam waktu dekat, Daniel menyatakan akan membawa persoalan ini ke ranah hukum.

“Kalau tidak ada kejelasan, saya akan laporkan ke pihak kepolisian,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Hendra Silaen belum dapat dikonfirmasi terkait dugaan tersebut.(red/tim)

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights