TOKYO, NusantaraTop.co – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 mengguncang wilayah Chugoku, Jepang bagian barat, pada Selasa (6/1/2026). Gempa tersebut diikuti oleh serangkaian gempa susulan dengan kekuatan cukup signifikan, demikian disampaikan Badan Meteorologi Jepang (JMA).
Menurut JMA, pusat gempa berada di bagian timur Prefektur Shimane. Meski cukup kuat, pihak berwenang memastikan tidak ada ancaman tsunami akibat peristiwa tersebut.
Gempa tercatat memiliki intensitas seismik upper-5 pada skala Jepang yang berkisar 1 hingga 7. Getaran pada tingkat ini cukup kuat hingga menyulitkan seseorang untuk bergerak tanpa pegangan.
Terkait dampak terhadap fasilitas vital, Chugoku Electric Power menyatakan operasional Unit No.2 Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Shimane, yang berjarak sekitar 32 kilometer dari pusat gempa, tetap berjalan normal. Hal ini juga ditegaskan oleh Otoritas Regulasi Nuklir Jepang, yang menyebut tidak ditemukan adanya kejanggalan atau gangguan pascagempa.
Sebagai informasi, Unit No.2 PLTN Shimane baru kembali beroperasi pada Desember 2024, setelah seluruh pembangkit nuklir di Jepang sebelumnya dihentikan menyusul bencana gempa dan tsunami Fukushima pada Maret 2011.
Sementara itu, West Japan Railway melaporkan penghentian sementara layanan kereta cepat Shinkansen pada rute Shin-Osaka–Hakata sebagai langkah antisipasi keselamatan pascagempa.
Jepang sendiri dikenal sebagai salah satu negara dengan aktivitas seismik tertinggi di dunia. Sekitar 20 persen gempa bumi global berkekuatan magnitudo 6 atau lebih terjadi di wilayah Jepang.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan besar akibat gempa tersebut. (Red/Reuters)
Editor : Pahotan M Hutagalung












