Pematangsiantar, NusantaraTop.co – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Pematangsiantar menyampaikan kritik keras terhadap kinerja Wali Kota Wesly Silalahi yang dinilai belum memberikan dampak signifikan bagi masyarakat sejak dilantik. Hingga kini, belum tampak gebrakan nyata dari Pemerintah Kota dalam menyelesaikan berbagai persoalan krusial.
Ketua GMNI Cabang Pematangsiantar, Ronald Panjaitan, menilai bahwa kepemimpinan Wesly Silalahi masih terkesan pasif dan minim inovasi.
“Kami melihat belum ada langkah konkret yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Program-program kampanye belum terealisasi secara nyata,” ujar Ronald, dalam keterangan tertulis terhadap NusantaraTop.co, Senin (21/7/2025).
Menurut GMNI, sejumlah persoalan mendesak seperti pengangguran, kemacetan lalu lintas, buruknya infrastruktur, hingga tata ruang kota belum menjadi perhatian serius Pemko Pematangsiantar. Bahkan, komunikasi publik dinilai lemah dan tidak partisipatif.
“Sebagai pemimpin baru, seharusnya beliau tampil progresif, turun langsung ke lapangan, dan berdialog dengan elemen masyarakat. Namun sejauh ini, yang terjadi justru sebaliknya: pasif dan tidak jelas arah kebijakannya,” tambah Ronald.
7 Masalah Krusial yang Tak Kunjung Terselesaikan
GMNI Pematangsiantar menyoroti tujuh masalah utama yang hingga kini belum tertangani dengan serius:
- Kemacetan Lalu Lintas
Kawasan pusat kota seperti Simpang Dua, Jalan Merdeka, dan seputaran Parluasan mengalami kemacetan harian akibat kurangnya penataan dan solusi dari Dinas Perhubungan. - Banjir dan Drainase
Hujan deras masih menjadi momok karena buruknya sistem drainase dan tidak adanya peremajaan saluran air secara menyeluruh. - Pengelolaan Sampah
Kawasan pasar tradisional seperti Pasar Horas dan Pasar Dwikora dipenuhi penumpukan sampah. Sistem pengelolaan dinilai tidak profesional dan berisiko pada kesehatan warga. - Pengangguran
Tingkat pengangguran, terutama di kalangan pemuda, masih tinggi. Pemerintah belum punya program konkret untuk penciptaan lapangan kerja melalui UMKM, pelatihan, atau investasi. - Layanan Dasar
Fasilitas pendidikan dan kesehatan seperti puskesmas dan sekolah dinilai kurang optimal baik dari sisi pelayanan maupun infrastruktur. - Gedung IV Pasar Horas Terbengkalai
Pasca kunjungan Gubernur Sumatera Utara, proyek Gedung IV Pasar Horas belum menunjukkan progres berarti. Diperlukan dialog intensif dengan para pedagang. - Minimnya Komunikasi Publik dan Transparansi
Sejak menjabat, Wali Kota belum pernah memaparkan roadmap pembangunan secara terbuka atau melaporkan capaian program kerja.
“Kami tidak melihat arah pembangunan kota ini. Pemerintah seperti berjalan tanpa prioritas. Warga menanti perubahan, namun yang datang hanya kekecewaan,” ujar Ronald.
Desakan GMNI: 100 Hari Kerja dan Laporan Terbuka
GMNI mendesak agar dalam 100 hari kerja ke depan, Wali Kota Wesly Silalahi segera membuat langkah strategis dan mempublikasikan rencana kerja yang terukur.
“Kami tidak akan tinggal diam. Pemerintahan harus berjalan sesuai amanat reformasi birokrasi dan kepentingan rakyat. GMNI akan terus mengkritisi dan mengawal,” tegas Ronald.
GMNI juga menyerukan agar Pemko membuka ruang partisipasi publik seluas-luasnya, termasuk melibatkan mahasiswa, pemuda, dan masyarakat sipil dalam penyusunan kebijakan strategis.
Sebagai organisasi perjuangan berbasis nilai-nilai marhaenisme, GMNI Cabang Pematangsiantar berkomitmen untuk terus menjadi suara rakyat dan pengawal aktif jalannya pemerintahan yang demokratis dan berkeadilan.(*)
Editor : Pahotan M Hutagalung












