Tapanuli Selatan, NusantaraTop.co – Proses pencarian ibu dan anak korban longsor di Kelurahan Wek 1, Kecamatan Batangtoru akhirnya dimulai pada Selasa (19/5/2026) pagi sekitar pukul 08.00 WIB.
Korban diketahui bernama Yasine Gulo dan anak sulungnya, Sariman Gulo. Keduanya tertimbun longsor saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Senin (18/5/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.
Lokasi pencarian berada sekitar 100 meter di belakang rumah korban yang berada di area perbukitan. Petugas gabungan melakukan pencarian menggunakan alat berat dengan mengikuti petunjuk dari anak korban, Viki Gulo.
“Kemarin sore, abang gak pakai baju. Mama pakai payung. Saya yakin lokasi tertimbunnya di sini,” ujar Viki sambil menunjuk area longsor.
Viki tampak linglung dan berharap jasad ibu serta abangnya dapat ditemukan dalam kondisi utuh.
“Gak tahu lagi mau bilang apa. Harapannya jasadnya masih utuh, gak terbelah,” katanya lirih.
Jasad Yasine Gulo Ditemukan
Sekitar dua jam proses pencarian berlangsung, jasad Yasine Gulo akhirnya ditemukan oleh alat berat di dekat sebuah batu besar sekitar 100 meter dari rumah korban.
Viki meyakini jasad yang ditemukan merupakan ibunya karena korban masih mengenakan pakaian.
“Aku yakin itu mama. Soalnya kemarin ibu pergi menyusul abang untuk memperbaiki arah air yang sudah banjir masuk rumah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, saat kejadian ibunya pergi menggunakan payung, sementara Sariman tidak mengenakan baju.
“Ibu waktu pergi kemarin sore pakai payung, sedangkan abang gak pakai baju,” katanya.
Sementara itu, proses pencarian terhadap Sariman Gulo masih terus dilakukan petugas gabungan.
Longsor Terjadi Saat Korban Perbaiki Aliran Air
Peristiwa tragis ini bermula ketika hujan deras menyebabkan air masuk ke dalam rumah papan milik keluarga korban yang berada di lereng perbukitan.
Sariman Gulo kemudian pergi ke belakang rumah untuk memperbaiki arah aliran air agar tidak masuk ke rumah. Tak lama kemudian, Yasine menyusul anaknya.
“Abang duluan yang pergi ke belakang rumah lalu ibu menyusul. Air sudah masuk rumah karena hujannya lebat,” kata Viki.
Sekitar 15 menit kemudian, terdengar suara gemuruh keras dari belakang rumah.
“Aku lihat sudah longsor. Batu yang ada di atas sudah ikut longsor. Kupanggil-panggil ibu dan abang, gak ada balasan,” ujarnya.

Duka Mendalam, Longsor Pernah Renggut Suami dan Anak Yasine
Tragedi ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban. Pasalnya, Yasine Gulo sebelumnya juga pernah kehilangan suami dan seorang putrinya akibat longsor pada tahun 2005 silam.
Kala itu, longsor bahkan masuk hingga ke dalam rumah mereka.
“Suami dan putri dari korban sudah pernah menjadi korban longsor. Kejadiannya 2005 lalu. Ini kejadian kedua,” ujar Kepala Lingkungan II Wek 1 Batangtoru, Asmara Budi Daulay.
Sejak ditinggal suaminya, Yasine diketahui membesarkan delapan anak seorang diri dengan bekerja sebagai petani.
Sementara Sariman dikenal sebagai sosok pekerja keras yang membantu ekonomi keluarga dengan menjadi penjaga kebun dan sesekali bekerja mengambil kayu menggunakan mesin sinso.
Anak-anak Korban Diungsikan
Untuk mengantisipasi longsor susulan, tujuh anak korban lainnya dievakuasi ke kantor kecamatan pada Senin malam sekitar pukul 21.30 WIB.
Camat Batangtoru, Mara Tinggi Siregar, mengatakan langkah tersebut diambil karena lokasi longsor berada sangat dekat dengan rumah korban.
“Para anak korban kami bawa mengungsi ke kantor camat karena khawatir adanya longsor susulan,” ujarnya.
Sebelumnya, Kapolsek Batangtoru, Penggar Siboro, mengatakan pencarian sempat terkendala hujan deras dan risiko longsor susulan.
“Kami sudah melakukan pencarian terhadap korban bersama masyarakat, namun korban belum ditemukan,” katanya.(red)












