Mandailing Natal, NusantaraTop.co – Anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal dari Fraksi PDI Perjuangan, Teguh W Hasahatan Nasution, resmi menutup rangkaian kegiatan Reses II Masa Persidangan Tahun Anggaran 2025/2026 di Desa Panggautan, Kecamatan Natal, Minggu (17/5/2026).
Kegiatan reses yang berlangsung sejak 12 hingga 17 Mei 2026 tersebut menjadi wadah bagi masyarakat Dapil IV Mandailing Natal untuk menyampaikan berbagai aspirasi terkait pembangunan daerah secara langsung kepada wakil rakyat.
Dalam pertemuan yang dihadiri ratusan warga itu, Teguh menegaskan bahwa reses bukan hanya agenda rutin DPRD, melainkan kewajiban konstitusional untuk menyerap dan memperjuangkan kebutuhan masyarakat.
“Reses ini adalah ruang bagi Bapak/Ibu untuk menyampaikan secara langsung apa yang menjadi kebutuhan riil di desa. Semua aspirasi yang masuk tidak hanya kami catat, tetapi akan kami kawal ketat dan perjuangkan dalam pembahasan di forum DPRD,” tegas Teguh.
Dalam dialog yang berlangsung interaktif, warga Desa Panggautan menyampaikan sejumlah persoalan utama yang dinilai mendesak untuk segera ditindaklanjuti pemerintah daerah.
Salah satu aspirasi yang paling banyak disampaikan yakni terkait perbaikan infrastruktur jalan desa. Warga menilai kondisi jalan yang rusak selama ini menghambat aktivitas ekonomi serta distribusi hasil pertanian masyarakat.
Selain itu, warga juga mengusulkan rehabilitasi gedung sekolah dasar yang dinilai sudah tidak layak dan membutuhkan perhatian serius demi kenyamanan proses belajar mengajar.
Sebagai daerah pesisir, masyarakat turut meminta dukungan konkret bagi kelompok nelayan lokal, mulai dari bantuan alat tangkap hingga program penguatan ekonomi masyarakat pesisir.
Tak hanya itu, warga juga berharap adanya program pemberdayaan UMKM yang terintegrasi dengan pengembangan sektor pariwisata di Kecamatan Natal, khususnya potensi wisata Desa Panggautan.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Teguh memastikan seluruh usulan masyarakat akan diperjuangkan dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mandailing Natal.
“Kami tidak akan tinggal diam. Semua yang disampaikan hari ini akan kami bawa dan kawal dalam pembahasan di DPRD. Tugas kami adalah memastikan suara rakyat tidak berhenti di ruang reses, tapi sampai ke meja pengambilan kebijakan,” ujarnya.
Di akhir kegiatan, Teguh juga mengajak masyarakat untuk tetap aktif mengawasi jalannya pembangunan agar seluruh program yang nantinya direalisasikan dapat berjalan tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
Seluruh hasil aspirasi warga kemudian dicatat secara resmi untuk dihimpun menjadi Pokok-Pokok Pikiran DPRD Kabupaten Mandailing Natal sebagai bahan tindak lanjut bersama pihak eksekutif daerah.(red/tim)












