NusantaraTop.co – Ketegangan di Laut Mediterania kembali memanas setelah pasukan Israel menghentikan 14 kapal yang membawa aktivis internasional dan bantuan kemanusiaan menuju Gaza. Namun, menurut sistem pelacakan armada, 23 kapal lain masih terus berlayar menuju wilayah Palestina yang porak-poranda akibat perang.
Video yang diverifikasi Reuters dari Kementerian Luar Negeri Israel memperlihatkan aktivis iklim asal Swedia, Greta Thunberg, berada di atas kapal dikelilingi tentara Israel. “Beberapa kapal flotilla Hamas-Sumud berhasil dihentikan dengan aman dan para penumpangnya dipindahkan ke pelabuhan Israel. Greta dan rekan-rekannya dalam keadaan selamat,” demikian pernyataan resmi Israel di platform X.
Flotilla Global Sumud ini membawa obat-obatan dan makanan ke Gaza dengan lebih dari 40 kapal sipil berisi 500 aktivis, pengacara, hingga anggota parlemen dari berbagai negara. Mereka menegaskan misi ini sepenuhnya kemanusiaan dan non-kekerasan.

Kecaman Internasional
Aksi Israel menuai kecaman luas. Turki menyebut tindakan tersebut sebagai “aksi teror” yang membahayakan nyawa sipil, sementara Kolombia mengusir seluruh delegasi diplomatik Israel setelah dua warganya ditahan. Presiden Kolombia Gustavo Petro bahkan menyebut penahanan itu sebagai potensi “kejahatan internasional baru” oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, serta memutus perjanjian perdagangan bebas dengan Israel.
Malaysia melalui Perdana Menteri Anwar Ibrahim juga mengecam keras. “Dengan menghalangi misi kemanusiaan, Israel menunjukkan sikap meremehkan nurani dunia,” ujarnya.
Di Italia, serikat pekerja menyerukan aksi mogok nasional sebagai bentuk solidaritas.

Israel Tegaskan Blokade Sah
Israel berulang kali memperingatkan flotilla agar mengubah arah karena mendekati zona tempur aktif. Pemerintah Israel menawarkan agar bantuan disalurkan lewat jalur resmi yang dianggap aman. “Penolakan sistematis menunjukkan bahwa tujuan utama bukanlah kemanusiaan, melainkan provokasi,” kata Jonathan Peled, Duta Besar Israel untuk Italia.
Blokade laut Israel atas Gaza sudah diberlakukan sejak 2007, setelah Hamas mengambil alih wilayah tersebut. Upaya sebelumnya untuk mematahkan blokade ini beberapa kali berujung bentrok, termasuk tragedi 2010 yang menewaskan sembilan aktivis.
Kini, meski sebagian kapal berhasil dihentikan, data pelacakan menunjukkan 23 kapal masih berlayar menuju Gaza, menjadikan misi ini sebagai simbol perlawanan global terhadap blokade Israel.(red/reuters)
Editor : Pahotan M Hutagalung












