LEBANON, NusantaraTop.co – Seorang jurnalis asal Inggris, Steve Sweeney, bersama juru kameranya, Ali Rida, dilaporkan terluka akibat serangan rudal Israel di Lebanon selatan saat melakukan siaran langsung.
Insiden terjadi ketika Sweeney, koresponden berbahasa Inggris berbasis di Beirut untuk Russia Today, tengah melaporkan situasi serangan roket Hezbollah ke wilayah Nahariya, Israel.
Saat siaran berlangsung, suara rudal yang mendekat membuat Sweeney sempat terdiam sebelum akhirnya menunduk untuk menghindari ledakan. Rudal tersebut menghantam tanah tepat di belakang posisi mereka.
Ledakan kuat menyebabkan keduanya terpental ke tanah dan mengalami luka ringan akibat serpihan. Dalam rekaman, terdengar kepanikan ketika Sweeney berteriak menanyakan arah serangan.
Dilarikan ke Rumah Sakit
Meski mengalami luka, kedua jurnalis dilaporkan tetap sadar dan segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Peristiwa itu terjadi di dekat Jembatan Al-Qasmiya, Lebanon selatan, yang berada tidak jauh dari instalasi militer setempat. Serangan disebut berasal dari pesawat militer Israel yang menargetkan lokasi tersebut.

Diduga Serangan Disengaja
Sweeney dan Rida menduga serangan tersebut merupakan tindakan yang disengaja untuk membungkam mereka sebagai jurnalis. Mereka menegaskan saat kejadian mengenakan rompi bertanda “pers” yang terlihat jelas di siang hari.
Dalam hukum humaniter internasional, menyerang jurnalis yang teridentifikasi jelas sebagai media dapat dikategorikan sebagai pelanggaran serius atau kejahatan perang. Namun hingga kini belum dapat dipastikan apakah serangan tersebut dilakukan secara sengaja.
Situasi Memanas di Lebanon Selatan
Serangan ini terjadi beberapa jam setelah Israel Defence Forces memperingatkan akan menyerang jembatan di atas Sungai Litani guna menghentikan pergerakan Hezbollah yang disebut menggunakan perlindungan sipil.
Belum diketahui apakah Jembatan Al-Qasmiya termasuk dalam target yang telah direncanakan.
Sementara itu, serangan udara Israel dilaporkan menewaskan sedikitnya empat orang di Lebanon selatan pada hari yang sama. Dalam dua hari terakhir, puluhan korban jiwa dilaporkan jatuh di berbagai wilayah negara tersebut.
Perhatian Dunia Internasional
Insiden ini kembali memicu kekhawatiran global terhadap keselamatan jurnalis di wilayah konflik, serta meningkatnya eskalasi kekerasan di kawasan Timur Tengah.(red)
Sumber : Daily Mail
Editor : Pahotan M Hutagalung












