DaerahHukumSumut

Keluarga Boy Simamora Galang 1.000 Tanda Tangan, Desak Polisi Usut Tuntas Penyebab Kematian

×

Keluarga Boy Simamora Galang 1.000 Tanda Tangan, Desak Polisi Usut Tuntas Penyebab Kematian

Sebarkan artikel ini
Pihak keluarga Boy Simamora melakukan aksi pengumpulan 1.000 tanda tangan di Alun-alun Pandan, Tapanuli Tengah, Rabu (8/7/2026). Mereka meminta kejelasan atas kematian anaknya yang disebut akibat diterkam buaya. (ist)

Tapteng, NusantaraTop.co – Kasus kematian Boy Simamora (21), warga Desa Sampang Maruhur, Kecamatan Sirandorung, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), yang sebelumnya disebut-sebut akibat diterkam buaya, memasuki babak baru. Keluarga korban mendesak kepolisian mengusut tuntas penyebab kematian Boy karena menilai terdapat sejumlah kejanggalan.

Boy Simamora ditemukan meninggal dunia di Sungai Saga Matua pada Rabu (27/5/2026) dengan kondisi mengenaskan. Namun, pihak keluarga meragukan dugaan bahwa korban meninggal akibat serangan buaya dan meminta penyelidikan dilakukan secara menyeluruh.

Galang 1.000 Tanda Tangan

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengusutan kasus tersebut, keluarga Boy Simamora bersama Forum Masyarakat Adil untuk Semua (FORMAS) menggelar aksi pengumpulan 1.000 tanda tangan.

Aksi tersebut dimulai di Kecamatan Sirandorung dan dilanjutkan di Alun-alun Pandan, Rabu (8/7/2026), dengan mengajak masyarakat membubuhkan tanda tangan pada baliho yang telah disiapkan.

Gerakan itu bertujuan mendorong Polres Tapanuli Tengah mengusut kasus kematian Boy secara profesional, transparan, dan tuntas.

Keluarga Pertanyakan Dugaan Serangan Buaya

Ayah korban, Lamsehat Simamora (46), mengaku menemukan sejumlah kejanggalan pada kondisi jasad anaknya yang menurutnya tidak sesuai dengan ciri-ciri korban serangan buaya.

“Ada kejanggalan terhadap anak kami ini. Dibilang dimakan buaya, ternyata bekas gigitan buaya tidak ada. Mulai dari ujung kepala sampai kaki tidak ada. Yang ada hanya lubang di lehernya,” ujar Lamsehat kepada wartawan.

Menurutnya, ketidaksesuaian antara informasi awal dengan kondisi fisik korban menjadi alasan keluarga terus menuntut kejelasan.

Ia berharap penyidik tidak terpaku pada satu dugaan semata, tetapi menelusuri seluruh kemungkinan, termasuk adanya unsur tindak pidana.

“Biar kami tahu apa hasilnya, apakah memang dimakan buaya atau ada unsur pembunuhan,” katanya.

Dukungan Diserahkan ke Polres Tapteng

Usai menggalang tanda tangan, keluarga bersama FORMAS mendatangi Mapolres Tapanuli Tengah untuk menyerahkan lembaran dukungan masyarakat kepada Kapolres Tapteng.

Berkas tersebut diserahkan Ketua FORMAS, Edianto Simatupang, dan diterima langsung oleh Kasat Reskrim Polres Tapanuli Tengah Iptu Dian Agustian Perdana.

Edianto mengatakan dukungan masyarakat tersebut merupakan bentuk empati kepada keluarga korban sekaligus dorongan agar penyelidikan dilakukan secara terbuka.

“Kalaupun memang dimakan buaya, sampaikan dengan baik sehingga masyarakat mendapat kepastian. Jangan sampai muncul berbagai dugaan yang dapat memicu konflik atau dendam di kemudian hari,” ujarnya.

Polisi: Gelar Perkara Libatkan Keluarga

Menanggapi tuntutan keluarga, Kasat Reskrim Polres Tapanuli Tengah Iptu Dian Agustian Perdana memastikan penyelidikan masih terus berlangsung.

Ia mengungkapkan bahwa hasil rekonstruksi telah diterima penyidik dan dalam waktu dekat pihak keluarga akan diundang menghadiri gelar perkara.

“Hari Kamis lalu kami sudah menerima hasil rekonstruksi dan pada Kamis ini kami mengundang pihak keluarga untuk menghadiri pelaksanaan gelar perkara,” katanya.

Menurut Dian, penyidik juga masih menunggu pendapat ahli guna mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Sementara terkait hasil autopsi, ia menjelaskan laporan tersebut masih disusun oleh tim dokter forensik RSUD Pandan.

“Untuk hasil autopsi, nanti tim dokter forensik yang akan menjelaskan secara resmi,” pungkasnya.

Kasus kematian Boy Simamora hingga kini masih dalam tahap penyelidikan. Pihak keluarga berharap proses hukum berjalan secara objektif sehingga penyebab kematian korban dapat terungkap secara jelas.(red)

Sumber: TribunMedan

Editor: Pahotan M. Hutagalung

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights