NasionalPariwisata

Kemenpar Perkuat Sinergi Poltekpar untuk Cetak SDM Pariwisata Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

×

Kemenpar Perkuat Sinergi Poltekpar untuk Cetak SDM Pariwisata Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

Sebarkan artikel ini
Rapat koordinasi ini menghadirkan narasumber dari lintas kementerian, akademisi, dan mitra internasional, antara lain perwakilan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian PANRB, Kementerian UMKM, akademisi Universitas Gadjah Mada, serta Swisscontact Indonesia.

JAKARTA, NusantaraTop.co – Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar) terus memperkuat sinergi antar Politeknik Pariwisata (Poltekpar) guna mencetak sumber daya manusia (SDM) pariwisata yang unggul dan berdaya saing global.

Upaya tersebut dilakukan melalui Rapat Koordinasi Politeknik Pariwisata yang digelar secara daring dan luring di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, pada 8–10 April 2026.

Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenpar, Martini M. Paham, mengatakan rapat koordinasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pembangunan SDM antar Poltekpar.

“Rapat ini juga memastikan berbagai rekomendasi strategis dapat diimplementasikan secara terarah dan terukur dalam periode pembangunan 2025–2029, yang merupakan momentum penting menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).

Menurutnya, Poltekpar memiliki peran strategis sebagai lokomotif pendidikan vokasi pariwisata yang inovatif, inklusif, dan kompetitif di tingkat global.

Penguatan SDM pariwisata, lanjutnya, dilakukan melalui penyelarasan kebijakan dengan kebutuhan industri, penguatan tata kelola yang adaptif, serta peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang lebih aplikatif dan berdampak.

Selain itu, SDM juga menjadi kunci dalam optimalisasi kebijakan karier dosen, pembentukan task force, serta percepatan profesionalisme tenaga pendidik.

Dalam rapat tersebut, Kemenpar juga mendorong perluasan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, industri, dan pemberdayaan ekonomi.

Pada hari pertama, pembahasan difokuskan pada penguatan kelembagaan pendidikan vokasi, penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Poltekpar, serta penataan organisasi dan tata kelola. Fokus diarahkan pada revitalisasi pendidikan vokasi agar selaras dengan kebutuhan industri melalui pendekatan job matching dan kurikulum berbasis industri.

Memasuki hari kedua, pembahasan menitikberatkan pada penguatan kerja sama internasional bersama Swisscontact melalui program Sustainable Tourism Education Development (STED). Program ini mencakup penerapan Industry-Based Curriculum (IBC), magang terstruktur, serta peningkatan kualitas pengajaran melalui pendekatan berbasis proyek.

Sementara itu, pada hari ketiga dilakukan sosialisasi regulasi terbaru dari Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi terkait profesi, karier, dan penghasilan dosen, termasuk penguatan sistem kinerja dan jenjang akademik yang lebih terstruktur.

Kemenpar juga membahas rencana kerja sama dengan Kementerian UMKM Republik Indonesia dalam pengembangan kewirausahaan pariwisata. Poltekpar didorong menjadi pusat kewirausahaan melalui program co-incubation, living lab, dan business matching.

Rapat koordinasi ini turut menghadirkan berbagai narasumber dari lintas kementerian, akademisi seperti dari Universitas Gadjah Mada, serta mitra internasional.

Melalui langkah ini, Kemenpar berharap lahir kebijakan dan program yang konkret, terukur, serta mampu mendorong inovasi dan peningkatan kualitas SDM pariwisata Indonesia ke depan.

Sumber: Biro Komunikasi Kementerian Pariwisata
Editor: Pahotan M Hutagalung

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights