MancanegaraNewsRagam

Kezia Syifa, Perempuan WNI Gabung Army National Guard AS

×

Kezia Syifa, Perempuan WNI Gabung Army National Guard AS

Sebarkan artikel ini
WNI Kezia Syifa gabung Garda Nasional AS. (Instagram/@bunda_kesidaa)

Maryland, NusantaraTop.co – Seorang perempuan Warga Negara Indonesia (WNI) bernama Kezia Syifa menarik perhatian publik setelah memutuskan bergabung dengan Army National Guard di Maryland, Amerika Serikat. Keputusan tersebut terekam dalam sebuah video yang diunggah akun Instagram @bunda_kesidaa, memperlihatkan momen keluarga mengantarkan Syifa ke bandara di Amerika Serikat.

Dalam video tersebut, Syifa tampak mengenakan seragam militer berwarna cokelat dengan tulisan “US Army” di dada kiri, yang merupakan singkatan dari Angkatan Darat Amerika Serikat.

Ibu Syifa, Safitri, menjelaskan bahwa ketertarikan putrinya bergabung dengan Army National Guard berawal dari pengalaman pendidikan Syifa di Amerika Serikat sejak 2023 hingga lulus pada 2025. Setelah menyelesaikan sekolah, Syifa ingin melanjutkan pendidikan sekaligus menata masa depan kariernya.

“Syifa ingin pendidikan yang bisa membuatnya mandiri, bertanggung jawab pada diri sendiri, dan membanggakan orang tua. Dari situlah muncul keinginannya untuk bergabung dengan militer Amerika, tepatnya Army National Guard di Maryland,” ujar Safitri kepada CNNIndonesia.com, Kamis (22/1).

Saat ini, Syifa masih menjalani tahapan pendidikan dan pelatihan sebagai bagian dari Garda Nasional Amerika Serikat. Seiring dengan proses tersebut, Safitri mengungkapkan bahwa putrinya juga tengah mengurus perpindahan status kewarganegaraan.

“Untuk sekarang, yang saya ketahui masih dalam proses pindah kewarganegaraan dari WNI ke warga negara Amerika,” jelasnya.

Safitri menegaskan bahwa keputusan tersebut telah melalui diskusi panjang dalam keluarga. Syifa pun disebut tidak merasa keberatan melepas status kewarganegaraan Indonesia, karena memahami dan mengikuti ketentuan hukum yang berlaku di kedua negara.

“Semua sudah kami diskusikan sejak awal sebagai keluarga. Syifa juga tidak merasa berat karena mengikuti aturan hukum yang berlaku, baik di Indonesia maupun di Amerika,” katanya.

Meski sempat muncul kekhawatiran, keluarga akhirnya merasa lebih tenang setelah mengetahui posisi Syifa di lingkungan militer. Menurut Safitri, Syifa akan bertugas di bagian back office atau logistik, bukan sebagai pasukan tempur di medan perang.

“Awalnya kami khawatir, tapi setelah mencari informasi lebih jauh, ternyata tugasnya tidak seperti yang dibayangkan. Syifa mendaftar untuk posisi pekerjaan kantor, jadi tidak terjun langsung ke medan perang,” pungkas Safitri.(red)

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights