Dubai/Jerusalem, NusantaraTop.co – Ketegangan antara Iran dan Israel semakin memanas. Teheran menegaskan tidak akan membahas masa depan program nuklirnya selama masih berada di bawah serangan militer Israel, sementara dunia internasional menyerukan penahanan diri maksimal.
Israel meluncurkan gelombang serangan besar-besaran ke berbagai titik strategis Iran, termasuk pusat riset nuklir di Teheran, pabrik misil, dan sistem pertahanan udara. Bahkan, sebuah serangan menghantam gedung lima lantai di Teheran yang menewaskan beberapa warga sipil, termasuk pekerja toko roti dan salon, menurut kantor berita Fars.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan rudal jarak jauh dan drone tempur ke kota-kota Israel seperti Beersheba, Tel Aviv, Negev, dan Haifa. Laporan awal menyebutkan setidaknya 24 warga sipil Israel tewas dan 639 korban jiwa di pihak Iran, termasuk pejabat militer senior dan ilmuwan nuklir.
Peringatan Serius dari Badan Nuklir PBB
Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, memperingatkan bahwa serangan bersenjata terhadap fasilitas nuklir dapat menyebabkan bencana radiasi lintas negara.
“Dampaknya bisa jauh melampaui wilayah negara yang diserang,” ujar Grossi di hadapan Dewan Keamanan PBB.
Kontroversi sempat mencuat saat seorang juru bicara militer Israel menyebut fasilitas nuklir Bushehr sempat terkena serangan klaim yang kemudian diralat sebagai kesalahan pernyataan. Iran mengakui sistem pertahanan udaranya sempat aktif di kawasan Bushehr, namun tidak menjelaskan secara rinci.
Baca Juga : Iran Desak Trump Paksa Israel Gencatan Senjata, Netanyahu: “Kami Menuju Kemenangan!”
Baca Juga : Prabowo–Putin Teken Kemitraan Strategis, Indonesia-Rusia Sepakat Bangun Dana Investasi 39 T
Diplomasi Mandek, Perdamaian di Ujung Tanduk
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menegaskan tidak akan ada ruang untuk negosiasi dengan AS selama “agresi Israel belum dihentikan”. Meski demikian, ia tetap hadir dalam pertemuan darurat di Jenewa bersama para menlu Eropa.
Pihak Eropa berharap membuka jalur diplomasi kembali, namun ekspektasi tetap rendah. Iran dikabarkan bersedia membahas batasan pengayaan uranium, tetapi menolak opsi “nol pengayaan” di tengah konflik bersenjata.


Negara-negara Teluk seperti Qatar mulai menggelar pertemuan darurat energi, khawatir serangan terhadap instalasi energi akan memicu gangguan pasokan global. Situasi di kawasan kini dinilai sangat rapuh.
Fakta Singkat:
- Israel mengklaim Iran hampir mengembangkan senjata nuklir.
- Iran bersikeras program nuklirnya hanya untuk tujuan damai.
- Kedua pihak saling balas rudal dan drone sejak Jumat lalu.
- AS masih mempertimbangkan intervensi militer, keputusan akan diumumkan dalam dua pekan.
- Sanksi baru terhadap Iran diumumkan oleh pemerintahan Trump terkait teknologi ganda (dual-use).

PBB Serukan Perdamaian
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres memperingatkan bahwa konflik Iran-Israel dapat memicu perang besar yang tak terkendali, dan menyerukan semua pihak untuk menahan diri dan beri peluang bagi perdamaian.(*)
Sumber : Reuters
Editor : Redaksi NusantaraTop.co












