St. Petersburg- Rusia, NusantaraTop.co – Hubungan Indonesia dan Rusia memasuki babak baru yang bersejarah. Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin secara resmi menandatangani Deklarasi Kemitraan Strategis dalam pertemuan bilateral di Istana Konstantin, Kamis (19/6/2025).
Dalam suasana diplomatik yang hangat, kedua negara menyepakati langkah besar melalui kerja sama ekonomi dan pertahanan, termasuk pembentukan dana investasi bersama senilai €2 miliar (sekitar Rp39 triliun), yang ditandatangani oleh Sovereign Wealth Fund Danantara Indonesia dan Russian Direct Investment Fund (RDIF). Penandatanganan tersebut disaksikan langsung oleh kedua kepala negara.
Presiden Putin menyambut baik posisi Indonesia sebagai anggota penuh BRICS, menyebut kehadiran Indonesia sebagai kekuatan baru yang akan memperkuat pengaruh kelompok ekonomi tersebut di dunia. Prabowo pun mengungkapkan apresiasi atas dukungan Rusia terhadap keanggotaan Indonesia, seraya menyatakan komitmennya mempererat kerja sama bilateral di berbagai sektor.
“Kami melihat Rusia sebagai sahabat besar. Kami siap memperluas kerja sama, terutama dalam bidang energi, pertahanan, dan pendidikan,” ujar Prabowo, seperti dilansir dari Reuters Jumat, (20/06/2025).
Nuklir dan Energi Jadi Fokus Utama
Salah satu sorotan penting adalah dukungan Rusia terhadap rencana ambisius Indonesia membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) pertama pada tahun 2032 dengan kapasitas 500 MW. Perusahaan Rusia Rosatom menjadi salah satu kandidat utama, bersaing dengan produsen asal China dan Amerika Serikat.
Langkah ini diambil seiring meningkatnya kebutuhan energi nasional dan komitmen pemerintah dalam menekan emisi karbon. Meskipun saat ini Indonesia masih bergantung pada batu bara, potensi energi terbarukan sangat besar, dan nuklir mulai dilirik sebagai solusi jangka panjang.
Kerja Sama Pertahanan dan Keamanan
Rusia juga mengajukan proposal untuk memperkuat hubungan militer dan keamanan dengan Indonesia. Kerja sama ini sudah terlihat sejak latihan gabungan angkatan laut pertama antara kedua negara yang berlangsung di Laut Jawa pada November lalu.
Di tengah ketegangan geopolitik global, Rusia memuji kebijakan luar negeri Indonesia yang non-blok dan seimbang, termasuk sikap netral Indonesia dalam konflik Rusia-Ukraina.
Indonesia di Tengah Pertarungan Global
Langkah Indonesia mempererat hubungan dengan Rusia menjadi perhatian dunia, terutama negara-negara seperti Australia dan Amerika Serikat, yang cemas atas pengaruh Moskow di kawasan Asia Tenggara. Namun, Prabowo tetap menegaskan bahwa Indonesia akan menjalin persahabatan dengan semua pihak tanpa bergabung ke aliansi militer mana pun.
Dengan status sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan populasi keempat terbesar di dunia, Indonesia kini mengambil peran strategis dalam percaturan global—dan pertemuan Prabowo-Putin ini menjadi sinyal kuat bahwa arah diplomasi Indonesia sedang memasuki era baru.(red)
Sumber : Reuters












