MancanegaraNewsPolitik

PAS Menang Telak di Pemilu Moldova, Dorong Langkah Bergabung ke Uni Eropa

×

PAS Menang Telak di Pemilu Moldova, Dorong Langkah Bergabung ke Uni Eropa

Sebarkan artikel ini
Anggota komisi pemilihan menghitung surat suara setelah tempat pemungutan suara ditutup dalam pemilu parlemen Moldova di Chisinau, Moldova, 28 September 2025. REUTERS/Stringer

Chisinau, NusantaraTop.co – Partai pro-Uni Eropa, Party of Action and Solidarity (PAS) pimpinan Presiden Maia Sandu meraih kemenangan telak atas rival utamanya, Patriotic Bloc yang condong ke Rusia, dalam pemilu parlemen Moldova, Minggu (28/9/2025).

Hasil sementara Komisi Pemilihan Moldova pada Senin (29/9/2025) menunjukkan PAS meraih 50,1% suara, jauh meninggalkan Patriotic Bloc yang hanya mengantongi 24,2%. Kemenangan ini memberi mandat kuat bagi pemerintah untuk melanjutkan agenda integrasi dengan Uni Eropa, termasuk target bergabung penuh pada tahun 2030.

Tuduhan Intervensi Rusia

Pemerintah Moldova sebelumnya menuding Rusia berupaya mengacaukan jalannya pemilu melalui kampanye disinformasi, serangan siber terhadap infrastruktur pemilu, hingga ancaman bom palsu di sejumlah TPS.

Stanislav Secrieru, penasihat keamanan nasional Presiden Sandu, menyebut gangguan tersebut bagian dari upaya Moskow untuk menggagalkan arah politik Moldova ke Eropa. Namun, Rusia membantah tuduhan itu.

Igor Dodon pemimpin Partai Sosialis Moldova sekaligus salah satu pimpinan Blok Elektoral Patriotik berbicara kepada para pendukungnya di luar kantor Komisi Pemilihan Pusat setelah tempat pemungutan suara ditutup pada pemilu parlemen di Chisinau Moldova 28 September 2025

Di sisi lain, pemimpin Patriotic Bloc sekaligus mantan Presiden Moldova, Igor Dodon, menyerukan aksi protes di depan parlemen dengan menuding Sandu berencana membatalkan hasil pemilu—meski tanpa bukti jelas.

Momentum Sejarah Moldova

Pemilu kali ini dinilai sebagai yang paling menentukan sejak Moldova merdeka dari Uni Soviet pada 1991. Dengan kemenangan PAS, Moldova terhindar dari kebuntuan politik yang sebelumnya dikhawatirkan akan memperburuk instabilitas di tengah perang Ukraina, krisis energi, serta tingginya inflasi di dalam negeri.

Meski banyak warga masih mengeluhkan lambannya reformasi dan beban ekonomi, hasil pemilu memperlihatkan dukungan kuat terhadap agenda pemerintah untuk memutus ketergantungan pada Rusia dan mempercepat langkah menuju Uni Eropa. (red)

Sumber : Reuters

Editor : Pahotan M Hutagalung

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights