Jakarta, NusantaraTop.co – Pemerintah Indonesia menargetkan penandatanganan perjanjian perdagangan bebas (FTA) dengan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) yang dipimpin Rusia pada tahun ini. Langkah ini diyakini akan mendorong permintaan terhadap ekspor komoditas unggulan Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan dalam pernyataan resmi, Jumat (20/6/2025), bahwa perjanjian tersebut akan membuka peluang baru bagi produk seperti minyak sawit mentah (CPO), kopi, dan karet alam.
“Saya berharap kedua pihak dapat segera menindaklanjuti dengan menyelesaikan seluruh tahapan proses yang diperlukan agar perjanjian ini bisa ditandatangani tahun ini,” ujar Airlangga.
Baca Juga : Prabowo–Putin Teken Kemitraan Strategis, Indonesia-Rusia Sepakat Bangun Dana Investasi 39 T
Kedua pihak mengumumkan pada Kamis lalu bahwa pembahasan substansial untuk FTA ini telah selesai. Pengumuman ini bertepatan dengan kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia untuk bertemu Presiden Vladimir Putin.
Per Maret 2025, nilai perdagangan antara Indonesia dan EAEU tercatat mencapai $1,6 miliar, meningkat 85% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menurut data Kementerian Koordinator Perekonomian.
Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) merupakan salah satu pembeli sawit terbesar dari Indonesia, dengan nilai impor mencapai $544,64 juta pada tahun 2023. Di sisi lain, ekspor utama EAEU ke Indonesia mencakup pupuk dan ferro-alloy (logam paduan besi).
EAEU terdiri dari lima negara anggota, yaitu Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kyrgyzstan, dan Rusia. (red)












