London, NusantaraTop.co – Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) meluncurkan program besar-besaran yang menawarkan pelatihan pilot drone bagi puluhan ribu Air Cadets. Program ini bukan hanya sekadar latihan militer, melainkan juga membuka peluang karier di bidang sains, teknologi, dan rekayasa masa depan.
Sekitar 40.000 Air Cadets akan mendapat kesempatan mengikuti kursus bersertifikat dari Civil Aviation Authority (CAA). Program ini dirancang untuk meningkatkan prospek kerja generasi muda sekaligus menjaring talenta masa depan untuk dunia militer maupun industri.
Kepala Pelatihan Drone Air Cadets, Alex Williamson, menegaskan bahwa peserta yang berhasil mencapai level tertinggi akan punya peluang besar langsung masuk ke industri penerbangan dan teknologi.
“Mereka yang mencapai tingkat tertinggi akan bisa langsung melangkah ke dunia kerja,” ungkap Williamson.
Sekitar sepertiga cadet RAF selama ini melanjutkan karier di dunia militer, sehingga program ini juga diharapkan menjadi jalur strategis merekrut calon pilot drone untuk masa depan Angkatan Bersenjata Inggris.
Mimpi Besar Generasi Muda
Antusiasme cadet terlihat nyata. Salah satunya Cadet Corporal Charlie Stewart (15) yang mengaku ingin menjadi pilot drone RAF setelah mengikuti pelatihan.
“Kalau kita ingin jadi militer terbaik, kita harus punya pilot drone terbaik,” tegas Charlie.
Dukungan Pemerintah dan Target 2030
Langkah ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Inggris yang menggelontorkan dana sebesar £70 juta untuk merekrut tambahan 40.000 cadet baru di RAF, Angkatan Darat, dan Angkatan Laut dalam lima tahun ke depan. Targetnya, jumlah total cadet di seluruh matra militer mencapai 182.000 pada tahun 2030.
Dalam acara National Air & Space Camp di RAF Syerston, Newark, Menteri Veteran Inggris Al Carns menekankan pentingnya program cadet ini bagi masa depan generasi muda.
“Cadets memberikan pengalaman berharga: kepemimpinan, keterampilan STEM, kerja tim, disiplin, hingga prinsip hidup yang kuat,” katanya.
Dengan program Royal Drone Force ini, RAF tidak hanya memperkuat pertahanan udara, tetapi juga menyiapkan generasi muda Inggris menjadi motor penggerak inovasi teknologi di era perang modern. (red)
Sumber : The Sun
Editor : Pahotan MH












