Medan, NusantaraTop.co – Guntur Sugoro (41), seorang satpam di salah satu dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Medan, memilih pulang dari Rumah Sakit Pirngadi karena tidak memiliki biaya untuk menjalani operasi pengangkatan peluru yang masih bersarang di punggungnya.
Guntur diketahui menjadi korban percobaan perampokan atau begal di wilayah Desa Cinta Rakyat, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, pada Senin (11/5/2026) sekitar pukul 23.30 WIB.
Adik korban, Budi Kurniadi, mengatakan kakaknya sudah keluar dari rumah sakit sejak Selasa malam karena keterbatasan biaya operasi.
“Abang saya sudah pulang hari Selasa malam karena memang tidak punya uang untuk cabut peluru. Kemarin sempat tanya-tanya, biayanya sekitar Rp50 juta. Itu pun di rumah sakit lain, bukan di Pirngadi,” kata Budi, Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, biaya perawatan selama di RS Pirngadi ditanggung pemerintah. Namun untuk tindakan operasi pengangkatan peluru, keluarga masih bingung mengenai prosedur dan pembiayaannya.
Budi menyebut pihak rumah sakit sempat menyarankan agar operasi dilakukan di rumah sakit swasta.
Saat ini kondisi Guntur masih lemah dan belum bisa kembali beraktivitas maupun bekerja seperti biasa.
Sebelumnya, Guntur sempat menjalani perawatan dengan kondisi peluru senapan angin masih bersarang di bagian punggung dekat ketiak kanan. Ia juga mengalami luka bacok akibat serangan para pelaku.
Korban menceritakan, peristiwa itu terjadi ketika dirinya mengendarai sepeda motor menuju rumah rekannya. Di tengah perjalanan, ia dipepet dua sepeda motor yang ditumpangi sekitar lima orang bersenjata tajam.
“Pas sudah masuk jalan tumbukan, langsung di-stop dan dipepet sama dua kereta, lima orang, disuruh berhenti. Tapi saya merasa mau dibegal,” ujar Guntur.
Saat mencoba melarikan diri, para pelaku langsung membacok bagian belakang tubuhnya. Meski terluka, Guntur tetap berusaha kabur hingga akhirnya salah satu pelaku menembakkan diduga senapan angin ke arah dirinya.
“Nah mulailah dia bacok belakang punggung saya. Mungkin pas dibacok ditengok enggak luka, lalu dia bilang, ‘Eh enggak apa-apa dia bang, tembak dia bang’,” katanya menirukan ucapan pelaku.
Peluru tersebut hingga kini masih berada di tubuh korban karena belum dilakukan operasi pengangkatan.
Guntur mengaku gaji sebagai satpam dapur MBG yang baru dijalaninya sekitar dua bulan tidak cukup untuk membiayai operasi.
“Peluru belum diambil, cuma diperban begitu saja. BPJS juga tidak berlaku, makanya ini lagi buat surat miskin,” ujarnya.
Keluarga kini berharap adanya bantuan agar Guntur dapat segera menjalani operasi dan pulih dari luka yang dialaminya.(red)












