Jepang, Nusantaratop.co – Sekretaris Jenderal Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN) Dr. Kao Kim Hourn, melawat negara Jepang pada acara pembukaan World Expo 2025. Mantan perdana menteri Kamboja ini diundang para akademis mahasiswa Jepang guna membahas situasi perkembangan ekonomi dunia yang sedang bergejolak.
“Saya senang berada di sini atas undangan dari Universitas Kansai dan atas kesempatan untuk berbicara dengan Anda semua hari ini. Sebagai seseorang yang telah terlibat secara mendalam dalam pendidikan generasi muda, saya sangat menghargai kesempatan ini untuk terlibat dengan komunitas akademis, lembaga pemikir, dan mahasiswa,” Kata Sekejn ASEAN Kao dalam sambutan di Konichiwa, Osaka, Jepang, Senin (14/4/2025).
Saat berada di Osaka untuk Upacara Pembukaan World Expo 2025, dia merasa senang dapa bertatap muka langsung dengan para pemikir muda tentang topik “Merancang Masa Depan yang Lebih Baik” – Kemitraan Strategis Komprehensif ASEAN-Jepang.
“Saat kita menatap masa depan, penting untuk menyadari bahwa dunia sedang dalam keadaan yang terus berubah. Kondisi di bawah kita sedang bergeser, dan tatanan global baru – atau mungkin kekacauan sedang muncul, yang didefinisikan oleh meningkatnya persaingan kekuatan besar dan semakin dalamnya ketidakpastian ekonomi karena meningkatnya kembali proteksionisme dan ketegangan perdagangan,” jelasnya.
“Tarif baru-baru ini yang diberlakukan oleh AS di bawah pemerintahan Presiden Trump menjadi pengingat yang jelas tentang betapa rapuhnya tatanan ekonomi internasional. Hal ini mengancam sistem perdagangan berbasis aturan yang telah menopang pertumbuhan Asia yang luar biasa selama beberapa decade,” sambung Kao.
Menurut dia, kerja sama yang lebih erat antara ASEAN dan Jepang tidak hanya saling menguntungkan tetapi juga sangat penting. Kerja sama ini menjadi kekuatan penstabil dalam menghadapi kompleksitas global yang terus meningkat, memperjuangkan perdagangan bebas dan adil, dan menunjukkan bahwa kemakmuran dibangun atas dasar kolaborasi, bukan isolasi.
“Dengan memperdalam hubungan ekonomi kita, kita dapat lebih mampu menahan tekanan eksternal, menjaga peluang kerja dan kemakmuran bagi rakyat kita, dan meletakkan dasar ketahanan dan kekuatan bagi generasi mendatang”.
“Saat kita membayangkan kerja sama ASEAN-Jepang selama lima dekade mendatang, kedua belah pihak harus memanfaatkan peluang baru sambil mengatasi tantangan bersama, termasuk perubahan iklim, ketahanan pangan, dan kesehatan masyarakat melalui tindakan terkoordinasi”.

Ia menjelaskan kemitraan antara ASEAN dan Jepang telah semakin erat dan meluas selama lima dekade terakhir. Perjalanan ini dimulai dengan hubungan dialog informal pada tahun 1973, yang diformalkan pada tahun 1977 dan sejak itu telah memainkan peran penting dalam membina perdamaian, stabilitas, keamanan, dan kemakmuran di seluruh kawasan Asia Timur.
“Tonggak penting adalah penandatanganan Deklarasi Tokyo untuk Kemitraan ASEAN-Jepang yang Dinamis dan Berkelanjutan di Milenium Baru pada tanggal 12 Desember 2003. Tahun berikutnya, aksesi Jepang ke Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama di Asia Tenggara semakin memperkuat komitmen Tokyo terhadap visi bersama kita tentang perdamaian dan stabilitas abadi di kawasan kita,”.
Sebagai duta budaya dan pendidikan, sambungnya Sekjen ASEAN mengajak turut berpartisipasi aktif dalam pertukaran, magang, dan proyek kolaboratif, khususnya di ASEAN dan World Expo di Osaka, Kansai, Jepang.
“World Expo di sini adalah kesempatan terbaik yang Anda miliki. Anda dapat melihat dan mengunjungi paviliun berbagai Negara Anggota ASEAN dan organisasi internasional. Anda dapat berinteraksi, dan Anda dapat belajar.
“Saya ingin mendorong Anda untuk mengambil bagian dari kesempatan ini. Pengalaman ini akan memperdalam pemahaman Anda tentang budaya yang beragam, memfasilitasi pembelajaran bersama, dan menginspirasi solusi inovatif untuk tantangan bersama.
Dr. Kao menerangkan persahabatan dan kemitraan yang dihasilkan akan melampaui batas, yang mengarah pada inisiatif kolaboratif dalam pendidikan, bisnis, dan pengembangan masyarakat yang menguntungkan ASEAN dan Jepang.(red)
Sumber : situs resmi ASEAN












