Ekonomi & BisnisRagamTeknologi & Digital

Tesla Luncurkan Layanan Robotaxi Perdana di Austin, Elon Musk: “Kami Super Paranoid Soal Keamanan”

×

Tesla Luncurkan Layanan Robotaxi Perdana di Austin, Elon Musk: “Kami Super Paranoid Soal Keamanan”

Sebarkan artikel ini
Logo Tesla terlihat di stasiun Super Charging Tesla di Saint-Herblain, dekat Nantes, Prancis, 27 Maret 2025. REUTERS/Stephane Mahe

Austin, NusantaraTop.co – Perusahaan mobil listrik terkemuka dunia, Tesla Inc., akhirnya memulai peluncuran terbatas layanan robotaxi otonom di Austin, Texas, pada Minggu (22/6/2025), setelah bertahun-tahun janji dari CEO Elon Musk.

Sebanyak 10 unit SUV Tesla Model Y dioperasikan sebagai kendaraan tanpa sopir dalam area yang dibatasi. Penumpang dikenakan tarif flat $4,20 (sekitar Rp68 ribu) per perjalanan. Sejumlah influencer media sosial terlihat memesan dan mencoba layanan ini, menurut video-video yang diunggah ulang oleh Elon Musk di platform X (dulu Twitter).

“Kami sangat paranoid tentang keselamatan,” tulis Musk dalam unggahan platform X sebelum peluncuran.

Meskipun disebut sebagai robotaksi tanpa pengemudi, kendaraan-kendaraan ini masih diawasi manusia secara jarak jauh, sebuah metode yang disebut sebagai teleoperation. Teknologi ini memungkinkan operator untuk mengambil alih kendali kendaraan jika sistem AI tidak dapat menangani situasi jalan tertentu.

Tesla juga melengkapi mobil-mobil ini dengan monitor keselamatan di kursi depan, sebagai bentuk pengawasan tambahan.

Teleoperation sendiri bukan hal baru dalam industri ini. Perusahaan seperti Waymo (anak usaha Alphabet/Google) telah menerapkan sistem serupa di mana armada mereka bisa “meminta bantuan” ke operator manusia. Di Tiongkok, Baidu Apollo Go bahkan menggunakan pengemudi jarak jauh sepenuhnya.

Keamanan Jadi Sorotan: Sinyal Internet Bisa Jadi Masalah

Namun para ahli mengingatkan, pendekatan teleoperation memiliki risiko besar. Philip Koopman, profesor dari Carnegie Mellon University, menyebut teknologi ini secara inheren tidak andal karena bergantung pada koneksi data seluler yang bisa hilang atau terputus di saat krusial.

“Kalau untuk 10 mobil mungkin aman, tapi kalau 1 juta unit, kejadian kehilangan koneksi akan terjadi setiap hari,” ujarnya.

Eks CEO Waymo, John Krafcik, menambahkan bahwa latensi sinyal menjadikan kendali jarak jauh sangat berisiko, dan bahkan bisa lebih aman jika kendaraan membuat keputusan sendiri—meski itu juga penuh ketidakpastian.

Tekanan dari Legislator: Diminta Tunda hingga Undang-Undang Baru Berlaku

Peluncuran ini tak lepas dari kontroversi. Sejumlah anggota parlemen Texas dari Partai Demokrat telah mengirim surat ke Tesla, mendesak agar peluncuran robotaxi ditunda hingga September 2025, bertepatan dengan pemberlakuan undang-undang baru soal kendaraan otonom.

Mereka menilai penundaan ini akan meningkatkan keselamatan publik sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap teknologi baru tersebut.

Elon Musk telah menjanjikan kehadiran robotaksi sepenuhnya otonom sejak bertahun-tahun lalu, namun berulang kali gagal memenuhi target. Tahun ini, ia kembali menjanjikan peluncuran layanan berbayar di Austin dengan sistem Full Self-Driving (FSD) versi “unsupervised” alias tanpa pengawasan pengemudi.

Meski begitu, robotaksi Tesla saat ini masih sangat terbatas dalam jangkauan: hanya di area yang dianggap aman, menghindari persimpangan rumit, dan tetap dipantau manusia.

Tesla juga tengah merekrut posisi teleoperator yang mampu mengendalikan kendaraan dan robot humanoid dari jarak jauh untuk menangani situasi kompleks.

Kesimpulan: Masa Depan atau Sekadar Uji Coba?

Robotaksi Tesla menjadi langkah awal menuju masa depan kendaraan tanpa sopir. Namun dengan tantangan teknologi, regulasi, dan kepercayaan publik, Tesla dan perusahaan lain masih perlu waktu untuk membuktikan apakah ini benar-benar revolusi transportasi—atau sekadar uji coba ambisius yang belum siap menyentuh jalanan dunia secara luas.(red)

Sumber : Reuters

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights