Manila, NusantaraTop.co – Topan kuat menerjang wilayah tengah Filipina pada Senin (3/11/2025), menewaskan sedikitnya dua orang dan memaksa puluhan ribu warga mengungsi dari rumah mereka, menurut laporan otoritas setempat.
Topan yang bergerak cepat dari Samudra Pasifik itu menghantam daratan pada malam sebelumnya, membawa hujan lebat dan angin kencang yang memicu banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah provinsi. Di dua desa, air bah dilaporkan menenggelamkan kendaraan dan memaksa warga berlindung di atap rumah, sementara tim penyelamat bekerja keras mengevakuasi korban yang terjebak.
Pihak berwenang mengatakan, tim tanggap darurat telah dikerahkan ke wilayah terdampak, dibantu oleh militer dan penjaga pantai untuk menjangkau warga yang terisolasi akibat banjir.
“Ribuan keluarga telah dievakuasi ke tempat penampungan sementara sebagai langkah antisipasi,” ujar pejabat dari Kantor Pertahanan Sipil Filipina, seraya menambahkan bahwa operasi penyelamatan dan distribusi bantuan masih berlangsung di tengah cuaca ekstrem.
Sejumlah wilayah juga mengalami pemadaman listrik, sementara pemerintah daerah memutuskan untuk menangguhkan kegiatan sekolah dan perkantoran di area terdampak parah.
Badan meteorologi Filipina melaporkan bahwa topan tersebut membawa kecepatan angin lebih dari 150 kilometer per jam dan diperkirakan akan terus bergerak ke arah barat hingga keluar dari wilayah daratan Filipina pada Selasa pagi (4/11/2025).
Filipina, yang merupakan negara kepulauan dan dilintasi jalur badai tropis di Pasifik, tercatat mengalami rata-rata 20 badai setiap tahunnya, menjadikannya salah satu negara paling rawan bencana di dunia.(red/AP)












