WASHINGTON, NusantaraTop.co – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menganugerahkan Medal of Honor kepada tiga veteran militer atas aksi heroik mereka dalam menyelamatkan rekan-rekannya dan menghadapi pasukan musuh di medan perang Vietnam dan Afghanistan.
Upacara penganugerahan penghargaan militer tertinggi Amerika Serikat itu berlangsung di Gedung Putih, Kamis (18/6/2026). Trump menyerahkan Medal of Honor kepada Mayor Korps Marinir James Capers Jr. dan Mayor Angkatan Darat Nicholas Dockery. Sementara penghargaan untuk Kolonel Marinir John W. Ripley diberikan secara anumerta setelah ia meninggal dunia pada 2008.
“Ini adalah orang-orang hebat. Kami berterima kasih kepada kalian dan kami tidak akan pernah melupakan kalian,” kata Trump dalam sambutannya.
James Capers Jr. Selamatkan Rekan Saat Disergap di Vietnam

James Capers Jr. yang kini berusia 88 tahun menerima penghargaan atas keberaniannya memimpin penyelamatan rekan-rekannya setelah pasukan Marinir Amerika disergap di Vietnam pada tahun 1967.
Misi pengintaian yang awalnya bertujuan mencari basis pasukan Vietnam Utara berubah menjadi pertempuran sengit selama beberapa hari di tengah hutan lebat.
Pada hari keempat, tim yang dipimpin Capers disergap dan kalah jumlah. Sebuah ranjau meledak hingga menyebabkan kakinya patah dan perutnya mengalami luka serius.
Meski terluka parah, Capers tetap mengambil alih komando pertempuran, memanggil dukungan udara, dan memastikan seluruh anggota tim yang terluka dievakuasi terlebih dahulu sebelum dirinya ikut naik ke helikopter penyelamat.
John Ripley Hancurkan Jembatan Strategis

Trump juga memberikan penghormatan kepada John W. Ripley atas aksi heroiknya saat Perang Vietnam tahun 1972.
Ripley seorang diri memasang sekitar 500 pon bahan peledak di sebuah jembatan strategis di Desa Dong Ha yang menjadi jalur utama pasukan Vietnam Utara.
Saat itu, lebih dari 30.000 tentara Vietnam Utara dan sekitar 200 tank bergerak menuju jembatan tersebut.
Selama lima jam, Ripley bolak-balik memanjat rangka baja jembatan sambil berada di bawah tembakan musuh untuk memasang bahan peledak.
Setelah seluruh bahan peledak terpasang, Ripley memanjatkan doa sebelum meledakkan jembatan yang kemudian runtuh ke sungai dan menghentikan laju pasukan Vietnam Utara.
Ripley meninggal dunia pada 2008. Penghargaan tersebut diterima oleh anggota keluarganya yang hadir dalam upacara di Gedung Putih.
Nicholas Dockery Jadi Pahlawan di Afghanistan

Sementara itu, Nicholas Dockery dianugerahi Medal of Honor atas keberaniannya dalam pertempuran di Provinsi Kapisa, Afghanistan, pada 2012.
Saat itu, peleton yang dipimpinnya disergap sekitar 150 pejuang Taliban ketika menjaga sebuah kompleks bangunan.
Dockery berlari melintasi area terbuka untuk mengumpulkan pasukannya yang terpencar sebelum mencari anggota yang hilang.
Ia kemudian mengevakuasi seorang prajurit yang terluka dari tengah baku tembak. Tak lama kemudian, Dockery melihat dua pejuang Taliban mendekati seorang tentara Amerika yang terluka di sebuah gang.
Dockery berhasil melumpuhkan kedua pejuang tersebut dan memberikan CPR kepada tentara yang terluka hingga kembali bernapas.
Ia juga memanggil dukungan mortir dan melindungi rekannya dari ledakan dengan tubuhnya sendiri.
Setelah berjam-jam bertempur, Dockery menggunakan granat asap untuk menandai posisi musuh bagi helikopter tempur Amerika Serikat. Ia menolak meninggalkan lokasi hingga seluruh prajurit yang terluka berhasil dievakuasi dengan selamat.
“Anda adalah orang terakhir yang meninggalkan medan pertempuran hari itu, dan Anda meninggalkannya sebagai legenda dan pahlawan,” kata Trump kepada Dockery.
Penganugerahan Medal of Honor tersebut menjadi bentuk penghormatan tertinggi Amerika Serikat terhadap keberanian luar biasa para prajurit yang mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan sesama dan menjalankan tugas negara.(Red)
Sumber : AP
Editor : Pahotan M Hutagalung












