Beijing, NusantaraTop.co – Presiden Tiongkok Xi Jinping menyerukan dunia untuk memilih “perdamaian daripada perang” dan “dialog ketimbang konfrontasi” dalam pidato bersejarahnya di hadapan parade militer raksasa yang digelar untuk memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II.
Dalam pidato yang menyoroti kekuatan dan ambisi Tiongkok, Xi menegaskan bahwa bangsanya tidak takut pada ancaman apa pun. “Bangsa Tiongkok adalah bangsa yang tidak takut pada kekerasan, mandiri, dan kuat,” tegas Xi, Rabu (3/9/2025). “Kami akan terus menempuh jalan pembangunan damai dan bekerja sama dengan seluruh bangsa untuk membangun komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia.”
Parade Megah: Rudal Hipersonik, Drone Bawah Laut, dan Pesawat Tempur
Parade yang berlangsung sekitar 90 menit itu menampilkan deretan alutsista canggih, sebagian di antaranya diperlihatkan untuk pertama kalinya ke publik.
- Rudal hipersonik anti-kapal yang jadi perhatian khusus Angkatan Laut AS.
- Drone bawah laut AJX002 berbentuk torpedo panjang dengan baling-baling di belakang.
- Rudal balistik antarbenua DF-61 yang mampu membawa hulu ledak nuklir ke target jauh.
- Atraksi jet tempur dan bomber yang melintas di langit Beijing, diiringi helikopter yang membentuk angka “80” sebagai simbol peringatan.
Acara dibuka dengan tembakan salvo meriam 80 kali dan lagu kebangsaan “March of the Volunteers,” simbol perlawanan Tiongkok terhadap invasi Jepang.
Xi, Putin, dan Kim Jadi Sorotan Dunia
Xi meninjau pasukan dari atas mobil limusin hitam klasik yang melaju di sepanjang Jalan Chang’an. Dari podium Tiananmen Gate, Xi didampingi Presiden Rusia Vladimir Putin dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, menambah bobot geopolitik acara ini.
Kehadiran ketiga pemimpin tersebut memicu kekhawatiran Barat. Presiden AS Donald Trump bahkan menulis di media sosial, menuding ketiganya tengah “bersekongkol melawan Amerika Serikat.”
Meski tidak menyebut AS secara langsung, Xi menyampaikan rasa terima kasih kepada negara-negara yang membantu Tiongkok melawan Jepang pada masa perang.
Pesan untuk Dunia dan Rakyat Tiongkok
Di dalam negeri, parade ini menjadi bukti kebangkitan Tiongkok sebagai kekuatan global sekaligus alat propaganda untuk memperkuat citra Xi dan Partai Komunis. “Kebangkitan bangsa Tiongkok tidak dapat dibendung. Tujuan mulia pembangunan damai peradaban manusia harus menang,” tegas Xi.
Formasi militer yang ikut berbaris mencakup unit tradisional darat, laut, dan udara, serta unit siber yang menangani keamanan informasi. Xi menutup pidatonya dengan pesan kuat: Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) adalah “militer rakyat dan Partai yang dapat dipercaya sepenuhnya,” dan bertugas menjaga kedaulatan serta persatuan negara—sebuah sinyal tegas terkait klaim Tiongkok atas Taiwan.(red)
Sumber : AP
Editor : Pahotan M Hutagalung












