Mancanegara

Zelenskiy Desak G7 Dukung Ukraina Meski Trump Tinggalkan KTT Lebih Awal

×

Zelenskiy Desak G7 Dukung Ukraina Meski Trump Tinggalkan KTT Lebih Awal

Sebarkan artikel ini
Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyambut Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy saat KTT Pemimpin G7 di Kananaskis, Alberta, Kanada, 17 Juni 2025. REUTERS/Amber Bracken

KANANASKIS, Alberta, 17 Juni , NusantaraTop.co – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy tiba di Kanada pada Selasa untuk meminta dukungan lebih besar dari negara-negara Kelompok Tujuh (G7) dalam menghadapi agresi Rusia. Kunjungannya berlangsung di tengah dinamika geopolitik yang rumit, setelah Presiden AS Donald Trump meninggalkan pertemuan lebih awal menyusul perkembangan krisis di Timur Tengah.

Konflik di Ukraina dan Timur Tengah telah membuat G7 kesulitan mencapai kesepakatan bersama, terlebih dengan sikap Trump yang menyuarakan dukungan terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin, serta kebijakan tarifnya terhadap sejumlah sekutu utama.

Zelenskiy mengawali kunjungannya dengan bertemu Perdana Menteri Kanada Mark Carney, yang mengumumkan pemberian bantuan militer baru senilai 2 miliar dolar Kanada (setara 1,47 miliar dolar AS) serta sanksi keuangan tambahan terhadap Rusia.

“Serangan Rusia tadi malam di Kyiv yang menewaskan 12 orang menegaskan pentingnya berdiri dalam solidaritas penuh dengan Ukraina,” ujar Carney.

Menurut Carney, dalam jamuan makan malam G7 pada Senin malam, para pemimpin sepakat bahwa “tekanan maksimum terhadap Rusia” diperlukan untuk mendorong dimulainya perundingan damai.

“Kami siap untuk negosiasi damai, gencatan senjata tanpa syarat — saya rasa itu sangat penting. Tapi untuk itu, kami butuh tekanan,” jawab Zelenskiy.

Setelah pertemuan puncak ditutup pada Selasa, Carney dikabarkan akan mengeluarkan pernyataan resmi yang menyerukan sanksi tambahan terhadap Rusia dan mendukung upaya perdamaian yang dipimpin AS, menurut seorang sumber dari G7.

Meskipun Kanada adalah salah satu pendukung paling vokal untuk Ukraina, kemampuan bantuannya masih jauh di bawah Amerika Serikat, yang merupakan pemasok senjata terbesar bagi Kyiv. Zelenskiy sebelumnya menyatakan ingin berdiskusi langsung dengan Trump mengenai peningkatan dukungan persenjataan.

Trump mengungkapkan pada Senin bahwa ia harus segera kembali ke Washington karena meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel, yang menimbulkan kekhawatiran akan konflik regional yang lebih luas. Namun, ia kemudian membantah bahwa kepulangannya berkaitan dengan perundingan gencatan senjata, bertentangan dengan pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menyebut kepulangan Trump bisa menjadi tanda adanya kesepakatan damai.

Seorang diplomat Uni Eropa mengatakan bahwa seluruh anggota G7 yang tersisa memutuskan untuk tetap tinggal dan bertemu Zelenskiy.

Trump tetap menyetujui pernyataan bersama yang menyerukan penyelesaian konflik Iran-Israel.

“Kami mendesak agar resolusi krisis Iran mengarah pada de-eskalasi yang lebih luas di Timur Tengah, termasuk gencatan senjata di Gaza,” bunyi pernyataan itu. Pernyataan juga menyebut Iran sebagai sumber utama ketidakstabilan dan teror regional, serta menegaskan bahwa Israel berhak membela diri.

Sebelumnya, Zelenskiy menyatakan akan membahas dukungan jangka panjang, sanksi terhadap Rusia, serta pembiayaan masa depan untuk rekonstruksi Ukraina.

“Kami percaya bahwa jika ingin bergerak menuju perdamaian, kita harus menunjukkan keteguhan dan kemampuan untuk memperluas sanksi,” kata Macron.

Meski G7 sepakat untuk menambah tekanan terhadap Rusia, seorang pejabat Eropa menyebut bahwa rencana untuk menurunkan batas harga minyak Rusia urung dilakukan karena harga energi global sedang naik.

Trump pada Senin juga menyatakan bahwa keluarnya Rusia dari G8 pada 2014 setelah mencaplok Krimea adalah keputusan yang keliru. Kremlin menyambut pernyataan Trump dan menyebut G7 kini tidak relevan dan “terlihat tidak berguna.”

G7 juga telah menyusun beberapa draf dokumen tentang migrasi, kecerdasan buatan, dan mineral penting, namun belum ada satu pun yang disetujui oleh AS, menurut sumber.

Tanpa kehadiran Trump, seorang diplomat Eropa mengatakan tidak jelas apakah KTT ini akan menghasilkan deklarasi bersama.

Sebagai bagian dari strategi untuk memperluas aliansi, Carney juga mengundang negara non-G7 seperti Meksiko, India, Australia, Afrika Selatan, Korea Selatan, dan Brasil serta menyuarakan niat untuk mendiversifikasi ekspor Kanada dari dominasi pasar AS. (1 dolar AS = 1,3589 dolar Kanada)          (red)

sumber : Reuters

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights