DaerahNewsSumut

Kisah Haru Pahrul Gantikan Ayah Temani Ibu Saat Naik Haji 

×

Kisah Haru Pahrul Gantikan Ayah Temani Ibu Saat Naik Haji 

Sebarkan artikel ini
Pitta dan Pahrul Ramadhan Syahputra (sumber foto : Kemenag RI)

Sibolga, Nusantaratop.co – Wajah seorang ibu Pitta (56) dan putranya, Pahrul Ramadhan Syahputra (30) tampak tak mampu menyembunyikan kesedihan dibalik senyum mereka untuk keberangkatannya umroh naik haji ke Mekkah – Arab Saudi.

Dimana sebelumnya pasangan Pitta dan almarhum suaminya, Hapijuddin, telah bersiap menjalankan rukun Islam kelima. Segala persiapan sudah mulai rampung pada pembuatan paspor, perekaman biometrik / Saudi Visa Bio (SVB) hingga doa-doa yang telah mereka panjatkan bersama selama bertahun-tahun. Namun takdir berkata lain.

Namun tiba-tiba dalam keluarga dirundung duka,karena suami Pitta pak Apit (panggilan akrab) meninggal dunia akibat penyakit diabetes.

“Bapak sudah siap betul. Beliau sangat semangat, setiap hari bicara soal Makkah, soal wukuf di Arafah. Tapi ternyata Allah lebih dulu memanggil,” tutur Pitta.

Namun, ditengah keperihan itu, sang anak sulung, Pahrul, mengambil keputusan besar: menggantikan sang ayah untuk mendampingi ibunya menunaikan ibadah suci.

“Saya tahu ini berat, tapi saya merasa ini cara saya meneruskan niat mulia Bapak. Dan saya ingin Ibu tidak sendiri. Ini bukan cuma perjalanan haji, ini perjalanan hati,” kata Pahrul.

Keputusan itu tak diambil dengan mudah. dia harus mengurus segala proses administrasi pergantian porsi haji, mengurus cuti kerja, dan yang paling penting—mempersiapkan diri secara mental dan spiritual.

“Awalnya saya ragu, karena saya merasa belum pantas. Tapi setiap kali melihat wajah Ibu, saya tahu ini yang harus saya lakukan,” kata Pahrul seperti dikutip dari Kemenag RI, Selasa (13/5/2025).

Saat manasik dan detik mendekati keberangkatan haji, suasana haru menyelimuti. Beberapa kerabat yang datang ke rumah tak kuasa menahan air mata saat Pahrul dan Bu Pitta berpamitan. Di tangan Bu Pitta, sebuah kenangan tergenggam erat.

“Bapak tetap berangkat, lewat Pahrul,” ucapnya, pelan namun pasti.

Perjalanan ini bukan sekadar ibadah. Bagi Pahrul dan Pitta, ini adalah bentuk cinta yang tak lekang oleh waktu, pengabdian anak pada orang tua, dan keyakinan bahwa meskipun tubuh sang ayah tiada, ruh dan niat sucinya tetap mengiringi mereka hingga ke Tanah Suci.

“Haji tahun ini bukan hanya soal menyempurnakan rukun Islam, tapi juga menyempurnakan niat bapak,” tutur Pahrul.(red)

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights