Washington, NusantaraTop.co – Travis Decker, mantan tentara elit AS (Army Ranger) yang diduga membunuh ketiga putrinya secara keji, diyakini bisa saja berada hanya beberapa mil dari perbatasan Kanada. Hingga kini, pencarian besar-besaran oleh pihak berwenang di negara bagian Washington telah memasuki minggu ketiga.
Decker, 32 tahun, diduga membunuh Olivia (5), Evelyn (8), dan Paityn (9) saat kunjungan hak asuh yang diberikan pengadilan. Mayat ketiga gadis kecil itu ditemukan 2 Juni lalu di dekat truk Decker di wilayah perkemahan Rock Island, Chelan County, dengan tangan terikat dan kantong plastik di kepala mereka. Hasil autopsi menyatakan mereka tewas akibat dibekap.

Kredit: AP:Associated Press
Menurut Dave Canterbury, ahli survival dan pemilik sekolah bertahan hidup Pathfinder School, Decker mungkin sudah hampir mencapai perbatasan Kanada jika ia terus bergerak sejak menghilang. “Jika dia benar-benar bergerak sejak awal, dia bisa saja sudah sangat dekat dengan Kanada,” ujar Canterbury, seperti dikutip dari The Sun, Rabu (18/6/2025).
Decker, yang berpengalaman hidup di alam liar, diduga memanfaatkan jalur Pacific Crest Trail, jalur sejauh 2.650 mil yang menuju perbatasan Kanada. Lokasi ditemukannya jasad anak-anaknya hanya sekitar 12 mil dari jalur tersebut.


Mencari Jejak di Alam Liar
Pihak kepolisian sebelumnya menerima laporan dari sekelompok pendaki yang melihat pria mencurigakan di daerah Enchantments, Pegunungan Cascade. Saat helikopter dikerahkan, pria itu terlihat di sekitar Danau Colchuck, namun melarikan diri dari pandangan.

Ahli menduga Decker bergerak pada malam hari untuk menghindari deteksi dan berjalan di luar jalur utama, yang membuat medan lebih berbahaya namun lebih tersembunyi. “Kalau dia benar-benar berjalan 10-12 mil sehari, dia bisa saja sudah sampai atau dekat dengan Kanada sekarang,” kata Canterbury.


Peluang Hidup 50/50
Canterbury memperkirakan peluang Decker masih hidup adalah 50:50. Ia menyoroti keberadaan anjing Decker yang ditemukan berkeliaran. “Sulit membuat anjing setia pergi begitu saja… bisa jadi dia sudah mati, tapi bisa juga masih hidup dan sedang bersembunyi.”
Pihak berwenang masih yakin Decker hidup, namun mengakui sulitnya pencarian di medan yang sangat terjal dan berbahaya. Sejauh ini, tidak ada tanda-tanda pasti keberadaannya.
Latar Belakang
Decker diketahui mengalami PTSD pasca tugas militer, yang menyebabkan perceraian dengan mantan istrinya, Whitney, pada 2022. Meski memiliki gangguan mental, Whitney sebelumnya menyatakan bahwa Decker selalu mengembalikan anak-anak tepat waktu dan dikenal sebagai ayah yang baik hingga tragedi mengerikan ini terjadi.
Mengenal Lebih Jauh PTSD
PTSD adalah singkatan dari Post-Traumatic Stress Disorder atau dalam bahasa Indonesia disebut Gangguan Stres Pascatrauma.
PTSD merupakan gangguan mental yang terjadi setelah seseorang mengalami atau menyaksikan peristiwa yang sangat traumatis, seperti:
- peperangan atau kekerasan bersenjata,
- kecelakaan berat,
- bencana alam,
- kekerasan fisik atau seksual,
- kematian orang terdekat secara tragis.
Orang dengan PTSD biasanya terus mengalami kenangan atau mimpi buruk yang mengganggu terkait peristiwa tersebut, bahkan setelah waktu yang lama.

Gejala PTSD:
Beberapa gejala umum PTSD meliputi:
- Flashback
Mengalami kembali kejadian traumatis seolah-olah sedang terjadi lagi. - Mimpi buruk atau gangguan tidur
Sulit tidur karena mimpi buruk atau pikiran tentang trauma. - Hindari situasi tertentu
Menghindari tempat, orang, atau aktivitas yang mengingatkan pada kejadian tersebut. - Perubahan suasana hati
Mudah marah, merasa bersalah, depresi, atau mati rasa secara emosional. - Waspada berlebihan (hipervigilance)
Selalu merasa terancam, mudah terkejut, atau sulit berkonsentrasi.
Siapa yang bisa terkena PTSD?
Siapa pun bisa terkena PTSD—baik anak-anak maupun orang dewasa. Namun, veteran militer, korban kekerasan, dan penyintas bencana termasuk kelompok yang paling rentan.
Bisakah PTSD disembuhkan?
Ya, PTSD bisa diobati dan dikendalikan melalui:
- Terapi psikologis seperti CBT (Cognitive Behavioral Therapy),
- Terapi eksposur atau EMDR, dan
- Obat-obatan jika diperlukan (atas pengawasan psikiater).
(red)












