DaerahEkonomi & BisnisNasionalPertanian

Harga Pangan Nasional 9 Juli 2025: Harga Produsen Cenderung Stabil, Konsumen Nikmati Harga Di Bawah HET

×

Harga Pangan Nasional 9 Juli 2025: Harga Produsen Cenderung Stabil, Konsumen Nikmati Harga Di Bawah HET

Sebarkan artikel ini
Kondisi Harga Gabah (ist)

Jakarta, NusantaraTop.co – Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui Panel Harga Pangan mencatat perkembangan harga pangan strategis nasional per Selasa, 9 Juli 2025, menunjukkan kondisi relatif terkendali, dengan harga produsen mayoritas stabil, dan harga beras konsumen rata-rata nasional berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

Berdasarkan data panelharga.badanpangan.go.id, berikut adalah rata-rata harga komoditas di tingkat produsen nasional:

  • Gabah Kering Panen (GKP): Rp 6.774/kg → Naik Rp 13 (0,19%)
  • Gabah Kering Giling (GKG): Rp 7.894/kg → Turun Rp 50 (0,63%)
  • Beras Medium Penggilingan: Rp 13.059/kg → Naik Rp 63 (0,48%)
  • Beras Premium Penggilingan: Rp 14.211/kg → Stabil

Kenaikan harga GKP dan beras medium mencerminkan tingginya aktivitas pasar jelang semester kedua, meskipun masih dalam batas wajar dan tetap dalam kendali pemerintah.

Sementara itu, harga beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) di tingkat konsumen nasional berada pada posisi Rp 12.496/kg, hanya selisih -0,03% dari HET nasional Rp 12.500/kg.

Adapun di sejumlah zona dan provinsi, harga bahkan lebih rendah dari HET:

  • Zona 1: Rp 12.085/kg (-3,32%)
  • Zona 2: Rp 13.068/kg (-0,24% dari HET Rp 13.100/kg)
  • Zona 3: Rp 13.333/kg (-1,24% dari HET Rp 13.500/kg)

Provinsi-provinsi dengan harga paling terkendali:

  • Sulawesi Selatan: Rp 11.500/kg (-8% dari HET)
  • Jawa Timur: Rp 11.800/kg (-5,6%)
  • Banten: Rp 12.000/kg (-4%)

Peta interaktif di situs resmi menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia berada dalam zona aman (hijau), artinya harga berada di bawah HET. Hanya sedikit titik yang masuk kategori “waspada” atau perlu intervensi harga.

Pemerintah Tegaskan Stok Aman

Kondisi ini memperkuat pernyataan Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, dalam RDP dengan Komisi IV DPR RI sebelumnya bahwa stok beras nasional di Bulog mencapai 4,2 juta ton, cukup untuk melakukan stabilisasi harga.

“Harga yang stabil ini adalah hasil kerja bersama. Intervensi pasar melalui program SPHP dan bantuan pangan terbukti efektif menekan harga. Kita jaga terus momentum ini,” ujar Arief dalam keterangan sebelumnya. (red)

Sumber : Panel Bapanas

Editor : Pahotan M Hutagalung

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights